Tag Archive | ruko

Boyongan

Boyongan adalah aktivitas mengangkut atau memboyong apa saja yang ingin dibawa dari satu tempat ke tempat yang lain. Baik pelajar, pengantin baru, maupun keluarga pada saat tertentu bisa saja mengalami yang namanya boyongan ini.

Bagi kebanyakan orang, kegiatan boyongan ini bukanlah aktivitas yang menyenangkan dan lebih banyak dihindari. Apalagi jika sudah merasa nyaman dan cocok dengan tempat lama, akan semakin berat meninggalkan
rumah lama. Belum lagi, ketakutan tak nyaman, tak cocok dan tak betah di rumah baru nantinya.

Selain dikarenakan faktor hati, membayangkan repotnya boyongan itu sudah cukup menguras energi untuk berpikir. Mengemas barang, merapikannya, dan menyiapkan semuanya yang akan dibawa dan diboyong ke rumah baru, mulai dari peralatan yang besar-besar, peralatan elektronik, perkakas, hingga semua pernak-pernik yang kecil-kecil yang dibuang sayang tapi jika dikumpulkan bisa berkardus-kardus jumlahnya.

Belum beres menyiapkan barang yang akan dibawa serta, anda masih harus membereskan rumah dan menjalani pekerjaan sehari-hari sampai tiba waktunya hari H kepindahan. Repot sangat, tentu. Lelahnya mengangkut barang atau paling tidak mengatur barang-barang mana saja yang akan diangkut dan mana yang bisa dibawa sendiri, atau juga ditinggalkan, dimaksudkan untuk mengurangi jumlah barang yang mungkin tidak dilerlukan ataupun mengurangi biaya angkut. Jauh ataupun dekat sama repotnya. Tetap harus menyewa jasa angkut, terlebih jika lingkungan masyarakat sekitar tidak bisa membantu mengangkut barang-barang.

Belum hilang rasa lelah, setelah boyongan dan mengangkut barang. Ketika menempati rumah baru, masih akan menata ulang semua barang yang kemungkinan besar hanya sekedar diletakkan begitu saja oleh tukang angkutnya. Mengatur dan menata semua peralatan juga perkakas rumah tangga bukan perkara yang mudah, memerlukan tenaga dan pikiran juga untuk melakukannya.

Boyongan memang sangat merepotkan dan melelahkan. Menguras banyak energi dan biaya yang bisa jadi tak sedikit. Jadi, sebaiknya rencanakan kegiatan boyongan anda agar bisa optimal dengan biaya yang tepat. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat kita harus boyongan. Simak tips berikut:
1. Lakukan persiapan jauh-jauh hari untuk mengemasi seluruh barang-barang.
2. Sisihkan beberapa keperluan harian termasuk baju dan perlengkapan sehari-hari secukupnya yang masih akan dipakai sampai waktu pindahan dengan barang-barang yang bisa dikemas lebih dahulu.
3. Pilih barang yang masih bagus dan bisa dipakai dengan baik, daripada harus membeli baru. Sedang biaya untuk membeli lebih mahal dari pada biaya angkut.
4. Kumpulkan barang sesuai jenisnya dalam satu kardus
5. Jangan lupa memberi tanda sebagai keterangan isi kardus tersebut, memudahkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan tidak membongkar semua kardusnya.
6. Cari jasa angkut yang jelas dan aman, usahakan yang bisa sekalian menyediakan tenaga angkat-angkat.
7. Untuk yang pindahnya antar provinsi, harus benar-benar memilih barang yang diboyong adalah barang yg benar-benar dibutuhkan dan jika membeli lagi biayanya jauh lebih mahal dari biaya angkutnya. Terutama seperti tempat tidur, alat elektronik dan perabot lainnya.
7. Jika barang dipaketkan, cari jasa kiriman barang yang terpercaya, yang dengan menitipkannya kita merasa aman. Jangan lupa menanyakan untuk keamanan barang-barang yang mudah rusak ketika terguncang, sebaiknya anda minta packing ulang dengan kayu, supaya tidak dilempar-lempar oleh petugas paketan. Memang biayanya lebih mahal, tapi lebih baik kan daripada barang yang dijual sayang, ketika dipaketkan, diterima dalam kondisi rusak atau bahkan hancur?!

Itu sedikit tips sebelum boyongan, semoga bermanfaat.

##########################

Seperti beberapa bulan lalu, saya sempat sangat sangat malas melakukan aktivitas di dunia maya, apapun bentuknya, termasuk menulis. Rasa malas yang sangat itu disebabkan oleh akutnya rasa capek dan lelah tubuh juga pikiran saya karena urusan boyongan kami, sekalipun hanya pindah ke seberang jalan. Bukan hal yang mudah buat para kontraktor (pengontrak^_^) seperti saya ini, yang harus siap diusir ketika kontrak habis dan tak bisa diperpanjang karena akan dipakai sendiri oleh pemiliknya. Tapi kami tetap menikmatinya, memanfaatkan dan mensyukuri apa yang diterima, karena Alloh sudah membaginya sesuai dengan rahmatNya dari apa yang kita usahakan. saya yakin, jika masanya saya mempunyai rumah sendiri, maka rezeki tak akan ke mana.

Sibuk ke sana ke mari di akhir pekan untuk survey kontrakan yang pas buat kami, dan persiapan berkemas setiap hari. Menghubungi sana sini, tak juga mendapat yang sesuai antara lokasi dan harga yang bisa pas untuk kantong kami. Jelang waktu kontrak habis, masih juga belum punya kepastian tempat. Disaat harap-harap cemas, ada yang berbaik hati memberi info over kontrak yang lumayan cocok. Alhamdulillah, meski hanya 7 bulan, semoga bisa berlanjut, sehingga tidak buru-buru pindah. Capeknya itu loh…

Iklan

Cerita Rukoku (Bag. 2) Suara Itu Makin Nyata

image

Akhir tahun begini, waktu abi di. rumah semakin sedikit. Hampir 90 % waktunya untuk kantor, sampai di rumah pasti sudah hampir dini hari bahkan pernah satu kali pulang sebelum subuh dan balik lagi ke kantornya sebelum jam 8, kasihan abi demi beribadah dalam menunaikan kewajibannya sebagai kepala keluarga yaitu mencari nafkah juga dalam rangka mengabdi pada negara. Terima kasih abi, sabar ya dan semoga Alloh menjagamu ketika bersama kami ataupun tidak. Amiin.

Sebelum bercerita, aku mau sholat Isya dulu ya… . Karena abi pulang malam dan tokopun sudah tutup, waktunya menyiapkan anak-anak untuk segera sholat dan tidur.

######################

Kala itu, asisten RT-ku sebut saja teteh, ia suka sekali mendengarkan musik dari hp-nya juga hoby telp. Tidak perduli diam ataupun beraktivitas, pasti disambil dengan 2 hal yang tadi kusebutkan, kalo gak disambi telp ya dengerin musik. Ya biasalah remaja sekarang. Beberapa kali diingatkan untuk menambah daftar dengarnya dengan bacaan qur’an tapi ia abaikan, sampai tiba di suatu petang.

Cerita Seram itu bermula… .

Trtrtttt, hpku bergetar tanda pesan masuk, pesan dari seorang teman yang mengharap kedatanganku di rumahnya petang itu juga. Karena dekat dan aku pikir hanya sebentar, Fathan aku tinggal (Azizah masih dalam

kandungan) agar bisa bermain dengan temannya ditemani teteh.

Karena haus, teteh ambil minum ke dalam dan terdengar suara musik seperti biasa ia putar. Ia cek hp miliknya dan sedang tidak memutar lagu, ah mungkin hp umi,pikirnya. Ditengah ia minum, ia baru menyadari bahwa tak ada lagu di hp umi (maklum hp saya hp jadul dan kalah keren sama hp teteh *_^) dan hpnya kan dibawa umi. Ia ikuti sumber suara itu berasal dan suara itu terus saja menjauh hingga berakhir di tangga. Secepat kilat ia lari dan mengirim pesan padaku, “cepat pulang mi, takut nih”. Diceritakanlah hal ini padaku, tahulah apa reaksiku? Mencoba menenangkannya dan memberi opsi kemungkinan-kemungkinan yang bisa mematahkan kenyataan bahwa makhluk virtual itu sedang beraksi. Bukannya tenang, ia tetap saja takut karena yakin apa yang ia dengar. Aku menguatkannya, dan akupun berusaha menguatkan diriku bahwa aku harus tetap berani (kayak bener aja berani). Semakin dipikir semakin ngeri dan terbayang yang aneh-aneh, jadi malah takut. Berusaha keras gak boleh takut, tapi sesekali rasa itu muncul seperti alarm layaknya merasa ada yang sedang memperhatikan, atau seperti mondar-mandir. Ah biarinlah, pura-pura gak perduli meskipun hati kebat-kebit.

Kekhawatiran itupun hilang seiring berjalannya waktu, tak tahu/tak ingat rasanya lebih baik (dan lebih baik lagi tak perlu diingat :)). Lain waktu sepulangnya kami dari Pekalongan, menurut cerita teteh selama kami pergi ia mengalami beberapa kejadian aneh seperti saat, ia merasa belum menutup gordyn jendela kami dan tiba-tiba ia lihat gordyn sudah menutup rapi. Dan ketika ia tak bisa tidur, ia mencoba menonton televisi berharap bisa sampai ketiduran,  tapi belum juga sempat tertidur, ia malah melihat gordyn-nya goyang-goyang. ehihi. Seperti di film-film ya. Akhirnya aku katakan padanya, coba sholatnya gak bolong-bolong dan jangan lupa ngaji biar ga merasa takut terus dan bisa ngerasa dijagain ama Malaikat. Alhamdulillah sampai terakhir dia ada di ruko kondisi aman terkendali. Sekarang dia sudah berrumah tangga sendiri, semoga keluarganya samara. amiin.

Cerita Rukoku (bag. 1)

Cerita ini terinspirasi oleh tulisan mbak Irma pemilik blog bintang timur yang berjudul pijatan virtual. Nge-ri. Tapi heran ya mbak irma masih betah meskipun selalu dicekam ketakutan setiap malam. Mengapa tidak pindah kalau gak nyaman? Rasanya pertanyaan itu sulit untuk dijawab mbak Irma bahkan olehku sendiri yang membuat pertanyaan. *sok tahu  ah. Bagaimana tidak? Rumah toko yang kutempati bersama suami dan anak-anakku selama tiga setengah tahun terakhir ini adalah rumah toko yang sangat menakutkan, tak hanya kata orang tapi dialami juga oleh penduduk ruko ini.
Sejak pindah 3,5 tahun lalu, aku dan suami merasa cocok tinggal di sini, luas, besar dan straregis. Pertama kali melangkahkan kaki masuk ruko, aku berdo’a pada Alloh agar aku dan keluarga dijauhkan dari makhluk yang tak nampak, tak saling mengganggu ataupun menyakiti sengaja atapun tidak. Mengapa demikian? Karena memang kami tak bisa melihatnya dan tak berharap bisa melihatnya.
Hari-hari berlalu, satu dua tetangga bercerita tentang hal-hal berbau mistik, dari yang suara-suara menyeramkan sampai wujud penampakan yang tak kalah menyeramkan. Meskipun agak keder aku tetap berusaha gak takut, lha wong kita cuman tinggal berdua karena 2 malam sekali abinya baru pulang dikarenakan urusan lembur kerjaan. Ya sudahlah, aku coba menguatkan hati untuk tetap berani. Beberapa malam abinya Fathan lembur, alhamdulillah tak terjadi apa-apa, aman. Sampai tanggal deadline kerjaannya, ia tidur 2 malam di kantornya dan aku mengalaminya. Kegiatanku seperti malam biasanya ketika abi tak pulang adalah menutup toko lebih awal dan segera tidur. Tapi kok selesai nidurin Fathan aku malah terbangun dan tak bisa tidur lagi.

#Hal aneh itu bermula
Tiba-tiba terdengar suara berdecit dari ruko sebelah, seperti suara kaki meja yang beradu dengan lantai di jam 12 tepat berbarengan suara lolongan anjing di rumah blok belakang. Karena kaget loncatlah aku ke atas kasur dan segera tidur setelah berdo’a. Sejak malam itu aku semakin sering mendengarnya hampir setiap malam. Aku meyakinkan diri bahwa itu bukan apa-apa dan gak seharusnya takut seperti ini. Karena rasa penasaran yang sangat (biarpun takut tapi penasaran juga), kutanyakanlah pada tetangga sebelah, tapi mereka bilang suara itu mereka dengar dari rumahku. Tak puas sampai di sini, aku tanyakan pada prt sebelah karena aku harus punya alasan untuk meyakinkan hatiku bahwa suara itu tak perlu ditakuti. Dari prt sebelah kuketahui bahwa ia juga mendengar suara itu dan majikannyalah yang berpotensi mengeluarkan suara gesekan meja dan lantai persis orang menarik meja karena hampir tiap malam ia membereskan meja setelah selesai dengan laptopnya. Bagiku suara derit meja yang kudengar hingga sekarang tak perlu kusikapi berlebihan kalaupun bunyi itu adalah hasil karya makhluk virtual (pinjam kata mbak Irma) aku sudah tak perduli toh aku sudah punya alasan untuk tak perlu takut.