Arsip

Kejutan itu Datang dari… .

Akhir pekan lalu saya dikejutkan oleh sms yang dikirim oleh nomer 3355. Sms yang isinya adalah notifikasi atau pemberitahuan akan adanya transaksi kredit pada rekening saya di bank tersebut itu sontak membuat saya terkejut dengan nilainya yang saya anggap tidak biasa itu. Tidak saja nilai nominal yang tidak kecil, tapi juga bilangannya yang tidak beraturan (mungkin karena ada bilangan untuk referensinya). Untuk lengkapnya bisa di liat di sini.

Seperti yang saya tulis di postingan saya sebelumnya, bahwa saya akan datang ke bank dimana rekening saya terdaftar, untuk sebuah kejelasan atas transferan uang yang membuat saya mendadak terkejut. Hari senin kemarin, dikarenakan keterbatasan saya untuk keluar-keluar, sehingga mengharuskan suami yang datang langsung ke bank untuk meminta konfirmasi dengan hadirnya sms notifikasi dari bank dan diperkuat dengan penambahan jumlah saldo setelah mengecek langsung ke anjungan tunai mandiri terdekat untuk memastikan kebenaran isi sms tersebut.

Sekalipun suami rutin mendatangi bank asal rekening saya itu, untuk melakukan sejumlah aktivitas pada rekening saya, tak lantas membuat urusan menjadi mudah. Seperti saat ini ketika suami hendak mencari tau asal muasal uang tersebut dikirim, suami tak banyak mendapat info dari mana uang misterius itu berasal. Ya karena memang seperti itulah prosedurnya dan suami bukanlah pemilik rekening tersebut melainkan saya sendiri. Parahnya lagi, saya lupa membuat surat kuasa atas rekening saya tersebut kepada suami, hihi. Sehingga menyebabkan suami hanya mengetahui bank asal uang tersebut ditransfer tanpa tahu pemilik rekening pengirim.

Setelah berdiskusi dengan saya, sampailah suami pada suatu dugaan bahwa pengirim uang itu adalah perusahaan asuransi syariah tempat kami mendaftarkan asuransi pendidikan untuk Fathan. Memang beberapa waktu lalu, saya sebagai pendaftar asuransi pendidikan untuk Fathan mengajukan permohonan pengambilan semua saldo asuransi yang masih tersisa. Dengan mencantumkan nomor rekening tujuan transfer yang tak lain adalah nomor rekening saya sebagai pemohon untuk keperluan pencairan uang asuransi yang memang dikirim melalui rekening. Banyak hal yang melatarbelakangi saya mengambil uang asuransi tersebut adalah, karena tidak optimalnya saya membayar asuransi(jujur banget yak?) dan ada suatu kebutuhan penting dan mendesak yang lain. Ini bukan berarti kebutuhan pendidikan Fathan tidak penting lho… saya dan suami tetap memprioritaskan untuk pendidikan anak-anak. Tapi kami berjanji akan menggantinya dalam bentuk yang lain(biidznillah).

Kembali pada kiriman uang.
Sampai saat ini belum ada informasi resmi dari pihak perusahaan asuransi tersebut berkenaan dengan kiriman uang yang menimbulkan banyak tanya di hati kami itu. Justru dari agent yang memproses asuransilah akhirnya kami tahu kebenaran uang yang sudah membuat saya resah, gelisah, gundah, gulana karena secara tiba-tiba masuk ke rekening saya tanpa pemberitahuan apapun.

Sekarang saya tak perlu resah, gelisah, gundah, gulana lagi memikirkan kehalalan uang tersebut untuk kami, tak perlu memikirkan kalau-kalau uang tersebut adalah uang hibahan dari aliran dana tak jelas dan tak halal sehingga menyebabkan saya terseret kasus yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan saya (jauh banget yak mikirnya?). Bersyukur karena ternyata uang itu adalah uang kami sendiri yang insyaAlloh berkah, halal dan thoyib. amiin. Sudah tak penasaran lagi kan temans? sama seperti kami…. :mrgreen:

Tema Baru, Review dan Semangat

Tema baru, review dan semangat??? Apa hubungannya ya? Ga ada sodara-sodara ga ada hubungannya. Aku cuma pengen posting yang berhubungan dengan ketiga hal di atas.

Dapat pinjaman laptop kakak, Alhamdulillah bisa ganti tema blog rumahmauna yang biasanya hanya seputar putih dan cokat, kini pakai warna ungu-ungu pink. Hehe biar lebih feminim.

Mengganti tema adalah kegiatan rutin ketika ingin menambah warna baru dan menghadirkan suasana baru agar lebih semangat. Semoga juga semakin semangat ngeblog, setelah istirahat ngeblog yang lumayan lama, hampir satu bulan. Ga enak sebenarnya berhenti menulis yang lama karena akan sangat susah memulainya kembali, yang ga ada ide lah, yang bingung mengawalinya lah, yang ini lah yang itulah. Jadi mulai sekarang saya akan berusaha menulis sehari satu post, atau dua-tiga hari satu postingan atau kalo ga bisa ya paling ga satu minggu satu post, saya usahakan. Saya juga sedang menggiatkan bewe, untuk menambah ilmu, kawan, mencari ide supaya tidak ada alasan lagi saya ga menulis karena tak punya ide, betul ga? Semoga saya bisa.

Saya sudah mengawali postingan saya yang lebih rutin mulai satu pekan ini, semoga ke depan bisa lebih rutin lagi berbagi tulisan di blog rumahmauna ini dan menyambangi blog teman-teman semua di ranah blogsphere ini. Senangnya bisa berbagi meskipun hanya melalui tulisan dan ketika membaca blog teman-teman yang lucu, informatif, cerita dan apapun itu sugguh memberi warna dalam keseharian kita, terutama saya yang kesehariannya di rumah, di toko, bersama anak-anak dan setumpuk pekerjaan rumah. Dan ketika bisa menghasilkan dari dunia maya ini yang meskipun sedikit harus tetap disyukuri, meminjam kalimat om lozz, memungut recehan dari internet. Job review yang dulu pertama kuketahui dari teh lidya yang bikin aku penasaran, eh tak disangka mendatangiku juga meskipun blogku yg cuma ber-pagerangking 2 ini. Dan job review pertamku adalah ini dan ini, hasilnya lumayan lah, cukup untuk membeli pulsa flash. hehe. Semoga ke depan bisa menghasilkan lebih banyak lagi dari internet ini, supaya saya bisa beli laptop untuk mengganti komputer saya yang rusak dan mati segan hiduppun tak mau.

Panik

Panik adalah perasaan yang sungguh tak mengenakkan. Membuat rasa cemas yang berlebihan, jantung berdegup lebih kencang, nafas jadi pendek-pendek, takut, bingung, sesak di dada, masih ditambah mual, pusing dan rasa ingin pingsan arau lenyap saja tiba-tiba.

Perasaan yang tak menentu itulah yang akhir-akhir ini sering melandaku manakala terjadi sesuatu yang tak aku inginkan, baik padaku, keluarga, orang yang aku kenal, bahkan orang lain yang tak kukenal dan sedang mengalami sesuatu hal yang menurutku mengerikan. Dan perasaan inilah yang sering membuat orang disekitarku merasa aku terlalu panik berlebihan dan membuat mereka ikut khawatir. Ya jujur aku juga tak mau merasa demikian, tapi apa daya, perasaan itu tiba-tiba saja hinggap padaku dan sedang aku lawan, dengan mencoba menahan rasa panikku agar berkurang sedikit demi sedikit sehingga hilang dari pikiranku.

Sekedar mencari info tentang panik di google, beberapa tulisan yang terjaring oleh mesin pencari tersebut menjelaskan bahwa panik itu termasuk dalam golongan penyakit. Oh no, saya gak mau punya penyakit ini, sungguh tidak menyenangkan, membuat hati dan pikiran kita terasa stuck (#ngomong apa sih? hehe). Buntu karena saking paniknya sampai merasa gak tau harus ngapain dulu dan serasa mau pingsan. Padahal aku dulu tak begini, asal sudah memastikan tak membahayakan jiwa aku tak perlu panik. Tapi, entah sejak kapan penyakit ini bercokol kuat dalam pikiranku ini, aku hanya ingat aku mulai mudah panik dan bingung setelah melahirkan Azizah. Pastinya kenapa dan kapan aku tak tahu. Apakah ada dari temen blogger yang bisa memberikanku masukan dan solusi atas penyakitku ini? Terima kasih kawan.

Beratnya Menjadi Ibu Rumah Tangga

Apa kabar kawan… .?
Lama gak ngeblog rasanya tanganku kaku buat ngetik lagi. Entah karena alasan apa lagi aku sempat sangat malas sekali ngeblog? Emang emak moody-an satu ini sedang jadi pngacara. Pengangguran banyak acara. Acara masak, acara beresin rumah, acara nunggu toko sambil ngasuh anak, acara makan, acara tidur, dan acara-acara yang lain yang sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. #halah alasan dan hiperbola

Kali ini ingin menyampaikan sedikit dari yang kutemui sehari-hari dengan pekerjaan harianku sebgai Ibu Rumah Tangga.

Sebagai ibu rumah tangga rasanya gak ada habisnya pekerjaan domestik yang sangat menyita waktu dan energi kita. #betul tidak ibu-ibu? mencoba mencari dukungan. Sepertinya 24 jam dalam sehari itu tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan domestik rumah tangga seperti melayani suami dengan segala kebutuhannya, merawat dan mendidik anak, mencuci dan menjemur, menyapu dan mengepel lantai, merapikan rumah yang tak rapi-rapi oleh eksplorasi anak-anak, memasak, mencuci piring, setrika pakaian, membersihkan kamar mandi, ditambah lagi jika anak rewel dan berantem, menenangkan mereka juga butuh energi yang luar biasa, belum lagi bagi istri/ibu yang punya pekerjaan di luar rumah ataupun kerja sampingan di rumah. Pekerjaan-pekerjaan tersebut yang kalo mau jujur sebenarnya bukan sepenuhnya kewajiban istri atau ibu. Tugas seorang istri atau ibu adalah berbakti, melayani suami dan mendidik anak-anak. Jadi, pekerjaan selain melayani suami dan mendidik anak-anak adalah pekerjaan yang sudah sepatutnya dikerjakan bersama yang kesemuanya merupakan ladang amal ibadah. Kalaupun seorang istri yang mengambil peran untuk mengerjakan semua pekerjaan dari bangun tidur hingga tidur lagi itu semata-mata karena ingin menyenangkan suami. Meskipun tak mengharap imbalan, seorang istri akan sangat bahagia ketika mendapat penghargaan dari suaminya, sekalipun hanya ucapan terima kasih yang sejatinya juga bukan menjadi satu-satunya tujuan istri mengerjakan semuanya. Sekalipun tak mendapat penghargaan yang berarti, paling tidak suami tidak menambah tuntutan kita istri sudah jungkir balik mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan asisten, suami masih menyalahkan istrinya ketika anaknya mungkin (maaf) tidak “pandai” atau memiliki “kekurangan” yang dianggap tidak memenuhi kriteria anak “idaman” di mata sang ayah. Parahnya, suami tidak bisa menerima keadaan anaknya yang “kurang” menurut standarnya dan ia menyalahkan istri karena dianggap lalai dalam mendidik anak. Tidak hanya menyakiti hati orang-orang yang sudah seharusnya ia sayangi tapi juga suami ini lari dari tugasnya sebagai seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab yang sama besarnya dengan istri dalam mendidik anak. Dan yang suami/ayah lupakan juga adalah bahwa anaknya tak sepenuhnya “kurang”, karena mereka memiliki kelebihan mereka di bidangnya masing-masing. Coba suami
pikirkan, apa jadinya ketika suami berangkat bekerja sedang istrinya lebih asyik nonton infotaiment alias acara gosip yang biasa disuguhkan pagi-pagi ketimbang menyiapkan seragam kerja dan sarapan suami. Dan akankah suami bisa tersenyum ketika memasuki rumahnya sepulang kerja mendapati istri sedang tiduran membaca majalah gosip sambil memasang headset di telinganya untuk mendengarkan musik, anaknya berantem, satu marah dan satunya lagi menangis, mainan berantakan, pakaian kotor belum dicuci, belum masak. #rumah apa pasar yak?

Bersyukur mempunyai suami yang mau berbagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, yang artinya kami saling membagi amal ibadah. Alhamdulillah hehe. Sesedikit apapun bantuan suami dalam menyelesaikan pekerjaan rumah harus disyukuri karena masih banyak suami-suami yang belum memahami bahwa pekerjaan domestik istri tidak kalah berat dibanding tugas suami mencari nafkah untuk keluarga. Jadi jangan meremehkan pekerjaan istri yang seharian mengurus rumah beserta isinya dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.

Resep: Dadar Jagung Jawa Timuran

image

image

Resep kali ini berbahan utama jagung, bisa jagung manis atau juga jagung sayur. Adalah dadar jagung, makanan yang mudah sekali cara memasaknya, bisa jadi lauk teman nasi dan bisa juga untuk cemilan, cemuluh, cemelas. hehe

Dadar jagung ini adalah dadar jagung khas  Jawa Timuran. Di seputaran Jakarta, dadar jagung ini biasa disebut bakwan jagung.

Bumbu:
Bawang merah
Cabe(optional)
telor(optional)
tepung terigu
gula
garam

Cara Masak:
1. Pilih 3 jagung ukuran sedang / 2 jika ukuran besar yang masih segar dan muda, cuci bersih dan sisir jagungnya.
2.  Siapkan 2 siung bawang merah dihaluskan dengan ulekan bersama dengan 1 biji cabe rawit merah(optional), 1sdt garam, 1 sdm gula jika jagung yang dipakai jagung sayur.
3. Haluskan jagung, campur dengan putih telor, 1sdm tepung terigu dan bumbu, aduk rata.
4. Goreng dengan api sedang supaya matang hingga ke dalam dan mencegah cepat gosong.
5. Sajikan dan makan selagi hangat.

Tips:
1. untuk jagung manis, gula yang dipakai 1/2 sdm saja
2. boleh ditambahkan potongan daun seledri ke dalam adonan
3. bisa pakai telor bisa juga tidak, sesuai selera
4. putih telor untuk membuat hasil dadar jagung yang kriuk dan renyah, sedang kuning telor membuat hasilnya empuk dan tidak terlalu kering. sesuai selera
5. lebih nikmat jika memakai cabai, berhubung konsumennya masih ada yang 1+ jadi ga pake cabai. ini juga sesuai selera aja.
6. jagung bisa dihaluskan dengan ulekan atau bisa juga dengan alat penghancur otomatis. Saran aja, hasil masakan lebih enak jika jagung dan bumbunya diulek sih.

selamat mencoba.

Dokter Obsgyn Perempuan

Susah mencari dokter obgyn perempuan.

Itulah yang sering dikeluhankan oleh sebagian besar kaum ibu yang sedang hamil ataupun mempunyai masalah dengan kewanitaan mereka, termasuk aku.  Untuk ibu atau kawan perempuan yang ingin cari tahu dokter obsgyn perempuan beserta tempat prakteknya, ini aku sertakan berdasarkan pengalaman, smoga bermanfaat.


Berikut Rujukan Nama Dokter Obgyn Perempuan di Bekasi:
    Baca lebih lanjut