Arsip

Pengumuman Pemenang Giveaway “Anakku Sayang”

Pertama kali mengadakan hajatan giveaway, rasanya gimana gitu. Ada rasa ga percaya diri, ada yang mau ikutan apa ga ya, dan rasa-rasa yang lain, hehe. Dan setelah memberanikan diri mengumumkan hajatan itu, rasa tidak percaya diri saya hilang melihat antusiasme dan perhatian temen-temen blogger yang diwujudkan dalam bentuk komentar baik berupa dukungan, motivasi maupun keikutsertaan. Semoga hal ini bisa menambah erat hubungan persahabatan kita melalui media blog.

Tidak hanya saya, banyak yang mengaku semakin rame blognya dan bertambah temannya setelah ikut hajatan ini. Alhamdulillah semoga berkah. Terima kasih atas attensi teman semua yang telah meluangkan waktunya mengikuti hajatan ini. Diantara sekian banyak kegiatan yang harus dijalani masih menyempatkan mencari ide, menuangkannya ke dalam tulisan dan mendaftarkannya di blog ini yang saya yakin membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi pada saat itu koneksi internet sedang lelet semua.

Dan sekarang saya akan mengumumkan hasil seleksi hajatan giveaway pertama rumahmauna. Dari seleksi pertama semua lulus persyaratan karena memang tidak ada sistem gugur, jikalau ada yang salah-salah saya merasa perlu mengingatkan saja. Dari seleksi kedua, diambil 3 orang yang berhak mendapatkan bingkisan itu adalah,

1. Nama : Ridha Alsadi (bangauputih)
Judul : “Mengasuh Anak : Jumpalitan
Tapi Bahagia
URL : http://bangauputih.info/2011/10/27/mengasuh-anak-jumpalitan-tapi-bahagia/

2. Nama : Triana Frida Astary (IyHa)
Judul : Strategi Saya untuk yang terCinta
Url : http://advertiyha.blogdetik.com/2011/10/27/strategi-saya-untuk-yang-tercinta/

3. Nama : dey
Judul : Piala-piala itu yang membuatnya percaya diri
URL : http://keluargadeyfikri.blogspot.com/2011/10 /piala-piala-itu-yang-membuatnya-percaya.html

Dan ada tambahan 1 tulisan yang sukses membuat saya menangis ketika membacanya dan memberikan pengajaran tersendiri untuk saya dan keluarga. Meskipun pemilik tulisan ini salah ketika mendaftar, bukan namanya yang didaftarkan tapi malah nama fathan anak saya yang tertera di sana. Siapakah dia? Dialah Lozz Akbar dengan Judul: Nakal Enggak Harus Kurang Ajar di Link: http://www.essip.us/2011/10/nakal-enggak-harus-kurang-ajar.html.

Nama-nama di atas diharapkan segera mengirimkan alamatnya ke email berikut, nikma_84@yahoo.co.id.

Iklan

Sekali Lagi, Maaf

Berulangkali kata “maaf meluncur” dari mulutku karena aku tak bisa berkunjung ke rumah maya temen-temen blogger atau juga membalas kunjungan mereka dan berterima kasih sudah bersedia meluangkan waktu untuk membaca atau bahkan meninggalkan torehan kata di lembar maya dari gubuk mayaku yang sudah banyak sekali tumbuh ilalang di sana-sini.

Maaf temans, aku tak bermaksud apa-apa akan hal ini. Semua terjadi karena keadaan, komputerku yang sudah lama mati baru sempat di antarkan ke tempat kakak untuk dibetulin (trims yo sam atas kesediaanmu tak repoti). Dan satu lagi, hape ini sungguh aneh karena aku tak bisa membuka blog temans dari hape ini, kalaupun bisa dibuka belum sempat dibaca sudah tertutup otomatis. Sampai sekarang masih berusaha otak-atik prngaturan web-nya. Berharap semoga bisa. amiin.

Kini, giliranku membuat hajatan giveaway ala rumahmauna. Masih juga terkendala hal yang sama dan meskipun belum bisa meninggalkan jejak tanda telah terdaftar untuk para peserta giveaway di blog mereka masing-masing tapi aku sudah mencatatnya di dunia nyata, hihi. Aku ingin sekali pergi ke warnet tapi apa daya, belum kesampaian. Semoga kompinya cepet beres sehingga bisa segera pulih stabilitas lalu lintas di dunia mayanya. hihi.

Untuk peserta giveaway rumahmauna, terima kasih atas partisipasinya. Yang belum ikutan, yuk daftar buat meramaikan hajatan pertama di rumahmauna dan juga untuk memberi kesempatan pada teman ide tulisan.

Kejutan

Kejutan kali ini bukan karena saya dapat hadiah ulang tahun (ngarep), ataupun ulang tahun pernikahan. Tapi karena saya tidak sengaja mendapati arsip tulisan saya telah mencapai 100 tulisan yang terbit… . ga nyangka.. wah surprise gitu, kaget karena udah seratus postingan yang udah terbit membuat saya mendadak bisa lancar menulis meskipun tadi otak saya sempat mandeg, karena kebanyakan ide dan bingung menuangkannya, bingung memilih kata untuk mengawalinya.

Jadi tambah semangat untuk menulis lagi. Semoga aja gak luntur kena berbagai macam alasan yang gak mungkin saya sebutkan satu persatu *halah* tapi memang benar teman, akhir-akhir ini saya sedang dilanda kantuk berat, parahnya lagi penyakit kantuk saya ini melanda saya setiap pagi hingga sore hari. Sedangkan sore sampai pagi lagi saya malah lebih semangat dan tidak merasa kantuk.

Semoga bukan karena kebiasaan saya memburu nyamuk di malam hari. Demi kenyamanan keluarga, saya rela menahan kantuk untuk melakukan perburuan *sebenarnya karena saya juga tidak tahan dengan gigitan nyamuk yang sejak beberapa bulan terakhir ini populasinya meningkat di daerah seputaran bekasi timur, tepatnya di daerah saya. Eh, apa di tempat teman semua juga sama?

Jadi ingat lagunya Enno kecil, “banyak nyamuk di rumahku, gara-gara aku, malas bersih-bersih. Tapi jujur teman, saya rajin kok bersih-bersih… .hehhe, alasan saja. Seingat saya kejadian nyamuk yang menggila jumlahnya ini terjadi setiap kemarau 2 atau 3 tahun terakhir ini. Jadilah setiap sore, terdengar bunyi cetrek-cetrek hasil dari nyamuk yang berhasil tertangkap oleh raket listrik yang bersahut-sahutan di komplek kami, setiap pagi dan sore hari, hwaaa.

Pembeli Misterius Bag. 2

Mengawali tulisan saya setelah rehat sekian lama, saya ingin mengikuti saran bu monda, yaitu melanjutkan tulisan saya yang terakhir tentang pembeli misterius yang sungguh membuat saya lebih mawas dan waspada.

Setelah mencoba meminta tolong kepada satpam ruko untuk selalu berjaga-jaga, hal lain yang sudah dilakukan adalah menutup semua kemungkinan yang bisa menjadi kesempatan sang misterius agar tidak berbuat sesuatu yang tidak diinginkan. Meminta tolong teman dan saudara agar bersiap sedia, jika sewaktu-waktu dibutuhkan, heheh, lalu meminta nomer satpam dan sebagainya. Beberapa hal sudah dilakukan, sekarang waktunya memperbanyak do’a dan berserah pada Alloh SWT agar diberikan perlindungan dari gangguan dan ancaman dari segala ciptaan-Nya. Amiin.

Dan malam setelah kejadian pengintaian berturut-turut oleh pembeli misterius, ada hal yang sungguh tidak kami sangka dan sangat tidak kami inginkan. Si Mbak saya yang kerjanya pulang pergi, dicegat oleh 2 orang misterius di gelap malam di dekat kebun panjang dan sepi yang sedang mati lampu. Alhamdulillah si mbak bertindak cepat, ia lemparkan sepedanya dan berlari secepat yang ia bisa sambil berteriak meminta tolong. Bersyukur karena bertemu petugas ronda, jadilah si mbak pingsan dan alhamdulillah selamat.

Lebih berhati-hati ya temans.

Mencoba Memulai

Beberapa kali jeda waktu, berhenti tak menulis rasanya seperti ada suatu beban berat untuk memulainya kembali, dan aku sedang berusaha menyingkirkan beban itu sedikit demi sedikit. Banyak judul dan beberapa paragraf yang sudah kubuat, namun masih juga tak sempat menuntaskannya hingga akhir, sehingga hanya menjadi tumpukan file di folder konsep di bloggku ini. Tapi tak apa, aku akan mencobanya lagi, memulai menulis lagi. Menyapa teman-teman dengan tulisan dan komentarku di rumah mereka, semoga waktu itu segera tiba.

Kota Tua oh Kota Tua

Beberapa waktu lalu menulis tentang kota tua dan perjalanannya di blog ini dalam dua postingan. Tapi ternyata masih banyak juga yang menanyakan di mana foto kota tua dan cerita tentangnya? Padahal sengaja aku bikin dua postingan terpisah dan sudah ku beri tautan.
Jadi untuk postingan kali ini, aku cuma mau memasang link tentang perjalanan ke kota tua ada di sini. Nah untuk cerita kota tua bisa dilihat di sini.
Terima kasih :mrgreen:

Kematian Bisa Datang Sewaktu-waktu

Bunyi sebuah pesan pendek datang di hape-ku, memecah keheningan. Malas rasanya beranjak dari kursi menuju lemari tempat hape tersimpan, tapi tiba-tiba teringat seorang teman yang suaminya sedang terbaring koma di RS di Kampung. Perasaan tidak tenang mulai menyerang memaksa diri ini untuk segera mengetahui isi pesan pendek itu. Dan “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un… “, kalimat pembuka yang tertulis sungguh sangat menghentak hati. Kuucap kembali bacaan irji’ setelah kutahu lengkap isi pesan tersebut.

Suami teman telah meninggal, terbayang teman yang sangat sedih kehilangan suaminya. Membayangkan saja ingin menangis rasanya, apalagi teman yang mengalaminya? Masih dengan hape yang kugenggam, aku mencoba meneleponnya, memberikan penguatan dan dukungan. Hanya do’a yang bisa kupanjatkan agar amal suami temanku diterima di sisiNya dan temanku juga keluarganya diberi ketabahan menghadapi ujian ini. amiin.

Semoga engkau sabar menghadapi takdir Allah SWT, teman. Ditinggalkan suami yang menjadi satu-satunya pencari nafkah dengan 2 anak yang masih balita. Susah membayangkannya, tapi kita harus tetap yakin dengan skenario ini karena Allah memberikan ujian beserta penyelesaiannya.

Setahun berlalu, engkau sungguh tegar teman, anak-anakmu pun tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mandiri dan pengertian. Aku salut.

Beberapa waktu lalu. Ada seseorang yang dekat denganku bertanya dengan pandangan sedikit nanar, “Kalau suami kita meninggal, kita nanti kerja apa untuk menghidupi anak-anak?”. Aku yang tak pernah terpikir bahwa akan ditinggalkan suami duluan, merasa kelimpungan menjawab dan hanya tanya-tanya juga yang timbul di benakku. Bagaiman nanti jika kita yang ditinggalkan pasangan kita dan bukan kita yang meninggalkannya terlebih dahulu, bagaimana nanti kita menghidupi anak-anak setelah suami tidak ada, dan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang tiba-tiba memenuhi ruangan di otakku. Namun kemudian tersadar, ada Allah yang akan menuntun dan membantu kita menyelesaikan semuanya. Aku yakin itu. Lalu, aku tanya padanya, “Bagaimana denganmu?”, “Mungkin aku akan jadi pembantu”, jawabnya. “Bisa ga ya?”, imbuhnya lagi dengan tanda tanya besar.

Tidak mudah membayangkan semua yang mungkin saja akan kita hadapi, tapi semua sudah dalam pengaturanNya. Tinggal kita berusaha dan berdo’a, sedang hasilnya adalah Rahasia Allah SWT.

Bertemu, bersama, berpisah sudah tertulis dalam lauhul mahfudz yang akan menjadi rahasia sampai tiba masanya terjadi. Seperti juga jodoh, rezeki, kebahagiaan, dan usia sudah Allah SWT tentukan bersamaan ketika Allah SWT menciptakan kita dengan segala perbedaannya.

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi, sedang kehidupan adalah sesuatu yang tidak menentu. Kapan dan di mana terjadinya, itu adalah sesuai dengan Kehendak Yang Kuasa.