Arsip

Hadiah Kejutan

Setelah tertunda posting sekian lama, akhirnya sekarang bisa juga. Smoga ga berhenti lagi di draft dan lupa… Kali ini harus publish. #menyemangati diri sendiri

Malam itu, saat sedang capek-capeknya kami mempersiapkan untuk kepindahan kami ke ruko yang lain, datang kakak saya membawa bungkusan yang bikin saya penasaran karena ternyata isinya adalah dua kiriman atas nama saya. Setelah melihat pengirimnya, kiriman pertama berupa surat yang datangnya dari PT. Vitapharm yang isinya kartu keanggotaan. Tapi kali ini saya tidak akan membahas tentang kiriman kartu keanggotaan dari Vitapharm ini, justru kiriman kedualah yang membuat saya penasaran. Kiriman yang ternyata dari seseorang yang belum familiar buat saya karena namanya asing di telinga saya sebelumnya. Belum juga selesai membaca detail pengirimnya, sudah didahului Fathan yang ingin membukanya dan ingin tau isi kado itu. Bersyukur karena Fathan mengijinkan saya memfotonya sebelum bungkusnya hancur. Inilah foto yang masih sempat diambil sebelum akhirnya isi kiriman itu masuk kardus penyimpanan.

image
image

image

Dan pengirim paket itu adalah om walank ergea pemilik blog tenteraverbisa. Saya bener ga nyangka dapat kejutan dengan kiriman hadiah dari om ergea karena sudah ikutan kontes cerita liburan, say no to mall. Fathan senang sekali lho karena isi paket itu adalah buku anak dwi bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Fathan sangat tertarik dan katanya, “umi nanti cerita buat aku ya”. Terima kasih ya om walank ergea atas kirimannya, sudah diterima dengan baik. Semoga bermanfaat buat Fathan dan adiknya.

Solitaire dan Sendiri

Saya mau ikut giveawaynya mba nique dan mba imelda, meskipun saya tau sudah bisa dikatakan telat kalau saya baru mau ikutan hari ini sedang besok sudah ditutup, eh bener ditutup yak besok. Ya ga apalah  yang penting saya bisa ikut meramaikan. Meskipun saat temen-temen blogger udah posting, saya malah belum tau infonya. Saat yang lain pada ngiklan minta dijempol dan berusaha mencapai peringkat pertama di mesin pencari google saya malah baru tau infonya. Daan semua sudah kipas-kipas tinggal menunggu hasil dan kontes akan segera ditutup, saya  malah baru mau unyuk-unyuk menulis (#adakah yang tau arti unyuk-unyuk selain saya… hehe).

Berbicara tentang solitaire dan sendiri, jujur saya bingung untuk menuliskannya. Memang saya pernah mengalami masa setengah tahun kuliah yang tidak jelas, terdaftar sebagai mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, namun sama sekali tidak mengerjakan tugas akhir. Parah ga sih? Ga lah, saya memang ga begitu ingin segera menyelesaikan kuliah saya yang hanya tinggal tugas akhir, karena terlalu sayang meninggalkan organisasi yang sudah saya tekuni sejak saya aktif menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Saya akui, saya memang egois terhadap orang tua saya, setengah tahun lamanya untuk menyelesaikan tugas akhir yang ternyata belum saya sentuh sedikitpun itu membuat orangtua saya bertanya, apakah sebegitu beratnya perasaan saya untuk meninggalkan kampus saya beserta teman-teman senasib saya sehingga waktu setengah tahun berlalu tanpa selembarpun laporan tugas akhir. Setelah menjelaskan panjang lebar alasan saya bertahan di sana dan juga janji saya bahwa saya akan menyelesaikan tugas akhir saya di semester berikutnya, alhamdulillah orangtua saya bisa memahami. Sampai hampir akhir semester aktifitas saya hanya mondar-mandir kampus-kost an untuk menyelesaikan urusan saya dengan organisasi. Senang berada di kampus masih ketemu teman-teman di kampus yang sebagian besar masih mengambil mata kuliah, entah untuk menambah nilai atau memperbaiki nilai. Dan tak sedikit dari mereka yang menunda kelulusan juga karena masih sibuk berorganisasi. Dan ketika berada di rumah kost, saya seperti orang tidak berguna yang kerjanya cuma makan, tidur, keluar dan nge-game di komputer. padahal seharusnya saya menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas akhir, tapi saya malah menggunakannya untuk bermain game solitaire. Padahal game solitaire yang enaknya dimainkan sendiri ini sangat bikin kecanduan. Bagaimana tidak? Jika kita sekali bermain game solitaire dan menang, pasti kita akan tertarik untuk mengalahkan permainan ini yang kedua ataupun ketiga kalinya. Sedang jika sekali main dan kalah, maka kita akan penasaran gimana caranya untuk bisa mengalahkan game ini baik dengan cara berulang-ulang memainkan game yang sama maupun dengan bolak balik menekan tombol kembali/undo untuk menutup kesalahan langkah yang menyebabkan kita kalah bermain. Itulah solitaire, game yang enak dimainkan untuk mengisi waktu kosong yang ternyata bisa saja menghabiskan waktu yang lama tanpa terasa.

Sendiri memang membuat kita merasa lebih cepat jenuh. Apalagi ketika sedang tidak ada kegiatan di kampus, tidak ada acara, tidak ada teman ngobrol, tidak juga nonton, biasanya saya akan berlama-lama di depan komputer. Entah sekedar menulis, merapikan file-file yang berantakan di harddisk komputer, membaca artikel, atau juga bermain Solitaire yang seringnya malah melenakan. hehe. Begitu juga ketika menunggu giliran mencuci, saya kadang mengisinya dengan mengobrol dengan teman satu kost atau jika sedang sendiri mengantri teman kost yang mencucinya lama, saya akan memilih menyalakan komputer dan bermain solitaire. Kadang karena sedang serunya bemain, pernah sampai diduluin giliran mencuci oleh teman, sehingga saya malah terlambat mencuci. Sungguh tak pantas untuk ditiru. 

Seperti janji saya pada orang tua, bahwa saya akan segera menyelesaikan tugas akhir saya setelah semester ini berakhir. Dari awal semester, ketika teman-teman di organisasi lebih mandiri dan siap untuk ditinggalkan oleh saya. Maka saya bersegera untuk mengerjakan tugas akhir sendiri, tanpa bantuan siapa-siapa dan mencoba membuat software proyek akhir saya berbeda dari yang lain dan saya ingin proyek saya bisa bermanfaat. Alhamdulillah, atas dukungan dosen pembimbing jadilah saya membuat tugas akhir perangkat lunak penghitung waris menurut Islam. Sambutan para dosen pembimbing dan para dosen penguji sangat baik ketika beliau-beliau tau saya mengerjakan semua sendiri baik program maupun laporan hanya dalam waktu tiga bulan. Tak disangka meskipun sempat trouble karena ada fungsi program yang tak sengaja terhapus, saya mendapat nilai A tanpa harus perbaikan, karena fungsi yang hilang sempat saya temukan sesaat sebelum ujian akhir selesai. Alhamdulillah. Sendiri untuk mandiri itu menyenangkan lho.

Sekarang saya sudah tidak pernah lagi bermain solitaire. Semenjak berrumah tangga dan mempunyai anak-anak yang masih kecil, sudah hampir tak ada waktu kosong. Tak ada asisten dan semua saya kerjakan sendiri membuat saya lebih mandiri. Karena hari-hari sangat disibukkan dengan kegiatan domestik dan mengasuh anak-anak, sehingga ketika anak-anak tidur siang dan saya punya waktu senggang, saya akan berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin. Bersegera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sempat tertunda oleh suara tangisan si kecil yang sedang tidak nyaman atau sedang diusili oleh masnya. Bisa juga dengan merapikan barang-barang di toko. Atau jika pekerjaan telah beres semua dan saya bisa bersantai, saya akan menggunakannya untuk ngeblog dan blogwalking dalam kesendirian. Apalagi ketika suami harus bekerja dari pagi sampai malam, tak ayal membuat saya dengan senang hati mengerjakan hal-hal yang biasa dikerjakan laki-laki,seperti memindah-mindah perabot berat, membetulkan perlengkapan kelistrikan jika terjadi kerusakan, juga termasuk memperbaiki pompa air.

Dan spesial untuk mempersembahkan tulisan ini, saya sengaja mengunduh software solitaire di android market, dan memainkannya kemudian menampilkannya sendiri di sini.

image

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY : PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamprenique.

Liburan Sederhana Kami

image

Beberapa pekan lalu adalah jadualnya liburan bagi anak sekolah yang juga bertepatan dengan beberapa hari libur nasional. Libur panjang seperti saat ini pasti ditunggu-tunggu kehadirannya oleh seluruh orang tua dan anak-anak yang sekolah. Pasalnya, libur panjang berarti liburan. Dan bagiku yang anaknya belum sekolah apakah ikut merasakan pentingnya hari libur? Oh tentu iya. Aku pikir semua juga perlu liburan, istirahat, bersenang-senang, untuk menyegarkan kembali semangat dan pikiran yang mungkin penat, jenuh, capek setelah sekian waktu disibukkan dengan berbagai aktivitas rutin harian.

Liburan lalu, aku berencana mengajak anak-anak pulang kampung atas ajakan salah seorang kakakku. Namun sepertinya belum diijinkan Alloh untuk pulang kampung, beberapa pesanan seragam batik yang masih belum selesai diurus dan beberapa yang lain akan selesai di proses dan diambil di akhir Desember. Yang artinya aku tidak bisa melanjutkan rencana untuk pulang kampung, dan kupikir juga tak begitu bijak meninggalkan suami yang sedang sibuk tugas akhir tahun juga harus lembur sampai dini hari dan masih berlanjut sabtu minggu hingga tiba hari senin bekerja kembali seperti biasanya. Sudah seharusnya aku dan anak-anak memberikan support untuknya, meskipun kami juga ingin libur, dan kurasa suamiku juga merasakan kepenatan yang luar biasa setiap menghadapi akhir tahun. Libur tetaplah libur dan tugas akhir tahun tetap juga harus diselesaikan.

Aku memberi pengertian kepada anak-anak,terlebih Fathan yang sudah mengerti arti jalan-jalan di saat abi libur. Tiba kesempatan libur nasional, tak ada halangan untuk jalan-jalan dan lemburan suami sedikit longgar. Rencana mau belanja baju anak-anak yang sudah kekecilan, pinginnya di deket rumah saja agar abi cepat istirahat lagi. Tapi telepon dari kantor abi, meminta abi untuk datang ke kantor membantu temannya yang lemburannya belum usai. Yaa sudahlah, demi memenuhi janji kepada anak-anak dan abi yang minta ditemani lembur, jadilah kami jalan-jalannya ke kantor abi saja. Alhamdulillah, abi semangat ditungguin anak isteri, anak-anak juga senang bisa main sama umi sambil sesekali “mengganggu” kerja abi. Sorenya abi ijin sebentar mengantarkan kami ke pasar dekat kantor berbelanja baju anak-anak. Alhamdulillah semua senang dan waktunya pulang, tinggal tidur saja.

Akhir pekannya, suami dan aku datang ke hajatan keluarga di Ciledug, dan untuk mengenalkan anak-anak pada keluarga jauh yang belum pernah bertemu agar tali silaturrahim tetap terjaga. Puas kangen-kangenan sambil makan-makan, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Putri, Bogor yang sejatinya lebih dekat dari rumah tinggal kami.

image

Di gunung Putri adalah tempat tinggal sahabatku sejak SMP. Ini kali keduanya kami bertemu setelah aku lulus SMU, dan ini pertama kalinya aku ke rumahnya. Kangen sekali rasanya, meskipun hampir setiap hari kami saling menelepon. Fathan dan Azizah senang sekali mendapat keluarga dan teman baru, asik sekali mereka bermain sampai-sampai tak mau diajak pulang.

Itulah cerita liburan kami kali ini.Liburan yang sederhana tapi sungguh sangat berkesan bagi aku, abi dan anak-anak. Rasanya lebih semangat dan fresh kembali,semoga berkah. amiin.

Karya ini saya tulis dalam rangka turut meramaikan hajatan Liburan Seru:
Say No to Mall
!

Posted from WordPress for Android

Baca lebih lanjut

Anak-Anakku yang Semakin Besar

image

Syukur Alhamdulillah atas segala rizki yang Engkau berikan baik yang tampak maupun yang tak tampak oleh kami sehingga banyak hal bisa kami ambil hikmah dan manfaatnya.

Sepertinya baru kemaren saya menikah dengan suami saya *halah ngaco*, tapi ternyata sudah hampir 5 tahun usia pernikahan kami. Subhanallah, Maha Suci Engkau Robb alam semesta ini. Dan sudah ada 2 buah hati yang Alloh amanahkan untuk kami didik dan rawat sebaik mungkin sebisa yang kami mampu usahakan. Dialah Fathan dan Azizah yang selalu menghiasi hari-hari saya, memenuhi waktu-waktu padat dan kosong saya sehingga menjadi semakin berwarna dan insyaAlloh penuh makna. *amiin* Karena canda tawa dan tangis mereka membuatku mengerti banyak hal juga tingkah polah dan sikap mereka yang membuat kami belajar banyak hal agar bisa menjadi orang tua yang baik dan memberikan yang terbaik untuk mereka, amiin.

Fathan
Anak pertamaku yang sudah sering aku ceritakan di blog ini, pertumbuhannya maupun hal yang kudapat ketika menemukan hambatan atas keterlambatannya berbicara dan treatmentnya. Kini diusianya yang menginjak 4 tahun, gerakan sholatnya sudah mendekati sempurna (dikatakan mendekati karena memang belum sesempurna anak baligh). Yang penting gerakan dan rekaatnya sudah benar, nanti bacaannya sambil belajar lagi dan tak lupa juga berdo’a selesai sholat do’a untuk orang tua dan do’a keselamatan dunia akhirat.

Ia yang sekarang sangat respon setiap mendengar adzan, sering mengingatkanku untuk segera sholat, apalagi sholat maghrib karena ia masih lebih memilih kartun anak yang memang waktunya pas banget sama jamnya umat muslim menjalankan ibadah. Bahkan suatu kali ia bisa tiba-tiba berlari dari tempatnya sholat ke depan televisi setelah mendengar lagu shaun the sheep… Hadeww.

Di sisi yang lain “kenakalannya” sebagaimana anak-anak belumlah hilang, ia masih sering tiba-tiba rewel lama dan diam sendiri ketika aku sudah capek memberikan penjelasan padanya, aku diamkan dia untuk berpikir. Seperti tadi pagi, aku mengajaknya mandi. Tiba-tiba ia rewel sekali minta mandi sama dedek padahal dedek udah mandi dan sedang bobo. Aku memberinya penjelasan agar ia mengerti. Bukannya langsung diam, ia malah menangis sejadinya, kalau sudah begini aku lebih memilih diam dulu untuk membuatnya tenang, karena memang saat itu aku sedang disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan harus segera pergi. Setelah ia tenang barulah ia mengerti dan mencoba memberitahu ulang padaku bahwa ia mengerti kenapa dedek tidak harus mandi lagi.

Dan beberapa hari lagi adalah hari lahirmu, 4 tahun yang lalu. Masih lekat dalam ingatan kami, bagaimana aku berjuang antara hidup dan mati demi menyelamatkanmu, disaat yang lain tengah merayakan kemenangan malam ied fitri, ditemani dentuman bunyi petasan aku berjuang hanya ditemani abi dan kakak itupun di luar ruang operasi. Dan merawatmu sendirian di rumah dengan setumpuk pekerjaan rumah ditambah abi lembur akhir tahun membuatku belajar banyak hal termasuk bagaimana merawat bayi kecil sepertimu.

Azizah
Si imut nan cantik membuat hari-hariku yang biasanya hanya berdua dengan Fathan kini semakin lengkap dengan kehadirannya. Ia yang dulu membuatku merasa was-was akan kelangsungan hidupnya pasca melahirkannya. Alhamdulillah, kini ia tumbuh menjadi anak kecilku yang semangat dan periang. Maha Suci Alloh atas segala KemurahanNya, yang menjadikan Azizahku seperti sekarang ini. Di usianya yang menjelang satu tahun ia sudah tumbuh 4 gigi dan 4 lagi sedang ngintip-ngintip. Ia sudah bisa beberapa kata, umi, maem, apa, hao (baca hallo sambil pegang hp di telinga), atata (mungkin maksudnya Fathan, saat itu Fathan menyebut dirinya atan). Dan ia belajar berdiri sendiri ketika dalam mobil perjalanan kami ke Pekalongan 1 oktober lalu. Alhamdulillah, makin lincah saja pergerakannya, semoga segera menyusul pertumbuhanmu yang lain ya Zizi sayang.

Dan hingga kini, aku, suami dan orang-orang yang tau kecilnya Azizah tetap saja kagum ketika melihatnya sekarang. Itulah rahasia Alloh, kita tak sanggup menebaknya, bahkan orang yang kabarnya bisa melihat masa depan sekalipun.

Dalam sebulan ini, ada 2 tanggal ulang tahun anak-anak yang terpaut 15 hari. Juga bulan depan adalah bulan dimana pernikahan aku dan abi dilangsungkan. Meskipun banyak tanggal ulang tahun tapi kami tak pernah meryakannya, cukup nasihat dan do’a yang kami panjatkan sebagai pengingat bahwa kami harus lebih baik lagi. Melengkapi 100 lebih postinganku, aku ingin mengadakan kontes tentang anak. Untuk ketentuannya akan aki posting di tulisanku berikutnya, tunggu ya temans.

Anak-anakku

Untuk kesekian kali postinganku masih tentang anak-anakku yang lucu, sholih-sholihah(InsyaAlloh, amiin).
Kali ini mau posting yang ringan tentang aktivitas bersama mas Fathan dan dedek Azizah, hari ini. Sebenarnya tak ada yang istimewa dengan hari ini kecuali, abi libur di rumah bermain bersama anak-anak dan Azizah hari ini genap 5 bulan, juga hari ini umi bisa mengabadikan momen Azizah mainan bersama mas Fathan. Berikut Foto-fotonya:

Foto ini diikutkan dalam Giveaway maret ceria-nya Aa’ Pascal dan Dede Alvin di blog mamanya, mbak Lia.

Jus Buah

Memiliki pengalaman sedikit tentang jus buah sehingga merubah pandangan saya tentang jus buah. Selama puluhan tahun saya bersikukuh bahwa saya tidak suka dan tidak doyan yang namanya jus buah. Bagi saya jus buah tampak seperti gimana gitu, minuman pekat dengan sensasi pasir di dalamnya. Itu pandangan saya kepada jus buah, dan karena pandangan itulah yang membuat saya bertahan dengan pendapat saya yang tidak jelas karena belum pernah dibuktikan. Tapi jujur membayangkannya saja, saya pengen muntah, apalagi harus melihat dan meminumnya. Baca lebih lanjut