Solitaire dan Sendiri


Saya mau ikut giveawaynya mba nique dan mba imelda, meskipun saya tau sudah bisa dikatakan telat kalau saya baru mau ikutan hari ini sedang besok sudah ditutup, eh bener ditutup yak besok. Ya ga apalah  yang penting saya bisa ikut meramaikan. Meskipun saat temen-temen blogger udah posting, saya malah belum tau infonya. Saat yang lain pada ngiklan minta dijempol dan berusaha mencapai peringkat pertama di mesin pencari google saya malah baru tau infonya. Daan semua sudah kipas-kipas tinggal menunggu hasil dan kontes akan segera ditutup, saya  malah baru mau unyuk-unyuk menulis (#adakah yang tau arti unyuk-unyuk selain saya… hehe).

Berbicara tentang solitaire dan sendiri, jujur saya bingung untuk menuliskannya. Memang saya pernah mengalami masa setengah tahun kuliah yang tidak jelas, terdaftar sebagai mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir, namun sama sekali tidak mengerjakan tugas akhir. Parah ga sih? Ga lah, saya memang ga begitu ingin segera menyelesaikan kuliah saya yang hanya tinggal tugas akhir, karena terlalu sayang meninggalkan organisasi yang sudah saya tekuni sejak saya aktif menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Saya akui, saya memang egois terhadap orang tua saya, setengah tahun lamanya untuk menyelesaikan tugas akhir yang ternyata belum saya sentuh sedikitpun itu membuat orangtua saya bertanya, apakah sebegitu beratnya perasaan saya untuk meninggalkan kampus saya beserta teman-teman senasib saya sehingga waktu setengah tahun berlalu tanpa selembarpun laporan tugas akhir. Setelah menjelaskan panjang lebar alasan saya bertahan di sana dan juga janji saya bahwa saya akan menyelesaikan tugas akhir saya di semester berikutnya, alhamdulillah orangtua saya bisa memahami. Sampai hampir akhir semester aktifitas saya hanya mondar-mandir kampus-kost an untuk menyelesaikan urusan saya dengan organisasi. Senang berada di kampus masih ketemu teman-teman di kampus yang sebagian besar masih mengambil mata kuliah, entah untuk menambah nilai atau memperbaiki nilai. Dan tak sedikit dari mereka yang menunda kelulusan juga karena masih sibuk berorganisasi. Dan ketika berada di rumah kost, saya seperti orang tidak berguna yang kerjanya cuma makan, tidur, keluar dan nge-game di komputer. padahal seharusnya saya menggunakan komputer untuk menyelesaikan tugas akhir, tapi saya malah menggunakannya untuk bermain game solitaire. Padahal game solitaire yang enaknya dimainkan sendiri ini sangat bikin kecanduan. Bagaimana tidak? Jika kita sekali bermain game solitaire dan menang, pasti kita akan tertarik untuk mengalahkan permainan ini yang kedua ataupun ketiga kalinya. Sedang jika sekali main dan kalah, maka kita akan penasaran gimana caranya untuk bisa mengalahkan game ini baik dengan cara berulang-ulang memainkan game yang sama maupun dengan bolak balik menekan tombol kembali/undo untuk menutup kesalahan langkah yang menyebabkan kita kalah bermain. Itulah solitaire, game yang enak dimainkan untuk mengisi waktu kosong yang ternyata bisa saja menghabiskan waktu yang lama tanpa terasa.

Sendiri memang membuat kita merasa lebih cepat jenuh. Apalagi ketika sedang tidak ada kegiatan di kampus, tidak ada acara, tidak ada teman ngobrol, tidak juga nonton, biasanya saya akan berlama-lama di depan komputer. Entah sekedar menulis, merapikan file-file yang berantakan di harddisk komputer, membaca artikel, atau juga bermain Solitaire yang seringnya malah melenakan. hehe. Begitu juga ketika menunggu giliran mencuci, saya kadang mengisinya dengan mengobrol dengan teman satu kost atau jika sedang sendiri mengantri teman kost yang mencucinya lama, saya akan memilih menyalakan komputer dan bermain solitaire. Kadang karena sedang serunya bemain, pernah sampai diduluin giliran mencuci oleh teman, sehingga saya malah terlambat mencuci. Sungguh tak pantas untuk ditiru. 

Seperti janji saya pada orang tua, bahwa saya akan segera menyelesaikan tugas akhir saya setelah semester ini berakhir. Dari awal semester, ketika teman-teman di organisasi lebih mandiri dan siap untuk ditinggalkan oleh saya. Maka saya bersegera untuk mengerjakan tugas akhir sendiri, tanpa bantuan siapa-siapa dan mencoba membuat software proyek akhir saya berbeda dari yang lain dan saya ingin proyek saya bisa bermanfaat. Alhamdulillah, atas dukungan dosen pembimbing jadilah saya membuat tugas akhir perangkat lunak penghitung waris menurut Islam. Sambutan para dosen pembimbing dan para dosen penguji sangat baik ketika beliau-beliau tau saya mengerjakan semua sendiri baik program maupun laporan hanya dalam waktu tiga bulan. Tak disangka meskipun sempat trouble karena ada fungsi program yang tak sengaja terhapus, saya mendapat nilai A tanpa harus perbaikan, karena fungsi yang hilang sempat saya temukan sesaat sebelum ujian akhir selesai. Alhamdulillah. Sendiri untuk mandiri itu menyenangkan lho.

Sekarang saya sudah tidak pernah lagi bermain solitaire. Semenjak berrumah tangga dan mempunyai anak-anak yang masih kecil, sudah hampir tak ada waktu kosong. Tak ada asisten dan semua saya kerjakan sendiri membuat saya lebih mandiri. Karena hari-hari sangat disibukkan dengan kegiatan domestik dan mengasuh anak-anak, sehingga ketika anak-anak tidur siang dan saya punya waktu senggang, saya akan berusaha memanfaatkannya sebaik mungkin. Bersegera menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sempat tertunda oleh suara tangisan si kecil yang sedang tidak nyaman atau sedang diusili oleh masnya. Bisa juga dengan merapikan barang-barang di toko. Atau jika pekerjaan telah beres semua dan saya bisa bersantai, saya akan menggunakannya untuk ngeblog dan blogwalking dalam kesendirian. Apalagi ketika suami harus bekerja dari pagi sampai malam, tak ayal membuat saya dengan senang hati mengerjakan hal-hal yang biasa dikerjakan laki-laki,seperti memindah-mindah perabot berat, membetulkan perlengkapan kelistrikan jika terjadi kerusakan, juga termasuk memperbaiki pompa air.

Dan spesial untuk mempersembahkan tulisan ini, saya sengaja mengunduh software solitaire di android market, dan memainkannya kemudian menampilkannya sendiri di sini.

image

Tulisan ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY : PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamprenique.

21 thoughts on “Solitaire dan Sendiri

  1. tp bagi orang2 yg tergolong intovert seperti saya, malah lebih senang sendirian.. hhhe
    solitaire ini juga jarang sekali aku memainkannya bu, mungkin karena faktor ga terlalu minat sama game..😀

    smoga sukses bu GAnya

  2. Ikut organisasi apa dulu Mbak, kadang dikala sendiri kita bisa belajar untk mandiri dan itu terbukti olah Mbak Mauna, meski sudah tidak sendiri karena ada sang kecil dan sang suami yang selalu menemani, tapi saat sang suami tidak ada Mbak bisa menikmati buah dari kesendirian yang dulu Mbak rasakan,,

    Sukses ngontesnya ya Mbak

  3. saya bukan tergolong introvert lho, tapi dalam banyak hal ya emang seneng sendiri hehehe

    terima kasih udah berpartisipasi ya mba🙂
    maaf baru berkunjung sekarang.

  4. solitaire ini game yang baik hati
    karena setiap kita make sistem operasi windows,
    pasti udah nongol ni game tanpa ada instalasi,hehe
    alias selalu ada,hwahahahahahah
    baik banget dah,hjhooh

  5. Mauna, saya belum pernah main solitaire…naig banget kan?
    ;)Ppernah juga beberapa kali lihat temen kantor dulu main game ini di komputer, tapi saya hanya sekedar melihat *dan jelas tetep nggak ngerti cara mainnya*…

    Skripsi saya juga dulu khusus dibikin satu semester, Mauna…entah kenapa, ninggalin status sebagai mahassiwa itu rasanya memang berat banget!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s