Beratnya Menjadi Ibu Rumah Tangga


Apa kabar kawan… .?
Lama gak ngeblog rasanya tanganku kaku buat ngetik lagi. Entah karena alasan apa lagi aku sempat sangat malas sekali ngeblog? Emang emak moody-an satu ini sedang jadi pngacara. Pengangguran banyak acara. Acara masak, acara beresin rumah, acara nunggu toko sambil ngasuh anak, acara makan, acara tidur, dan acara-acara yang lain yang sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga. #halah alasan dan hiperbola

Kali ini ingin menyampaikan sedikit dari yang kutemui sehari-hari dengan pekerjaan harianku sebgai Ibu Rumah Tangga.

Sebagai ibu rumah tangga rasanya gak ada habisnya pekerjaan domestik yang sangat menyita waktu dan energi kita. #betul tidak ibu-ibu? mencoba mencari dukungan. Sepertinya 24 jam dalam sehari itu tidak cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan domestik rumah tangga seperti melayani suami dengan segala kebutuhannya, merawat dan mendidik anak, mencuci dan menjemur, menyapu dan mengepel lantai, merapikan rumah yang tak rapi-rapi oleh eksplorasi anak-anak, memasak, mencuci piring, setrika pakaian, membersihkan kamar mandi, ditambah lagi jika anak rewel dan berantem, menenangkan mereka juga butuh energi yang luar biasa, belum lagi bagi istri/ibu yang punya pekerjaan di luar rumah ataupun kerja sampingan di rumah. Pekerjaan-pekerjaan tersebut yang kalo mau jujur sebenarnya bukan sepenuhnya kewajiban istri atau ibu. Tugas seorang istri atau ibu adalah berbakti, melayani suami dan mendidik anak-anak. Jadi, pekerjaan selain melayani suami dan mendidik anak-anak adalah pekerjaan yang sudah sepatutnya dikerjakan bersama yang kesemuanya merupakan ladang amal ibadah. Kalaupun seorang istri yang mengambil peran untuk mengerjakan semua pekerjaan dari bangun tidur hingga tidur lagi itu semata-mata karena ingin menyenangkan suami. Meskipun tak mengharap imbalan, seorang istri akan sangat bahagia ketika mendapat penghargaan dari suaminya, sekalipun hanya ucapan terima kasih yang sejatinya juga bukan menjadi satu-satunya tujuan istri mengerjakan semuanya. Sekalipun tak mendapat penghargaan yang berarti, paling tidak suami tidak menambah tuntutan kita istri sudah jungkir balik mengurus semuanya sendiri tanpa bantuan asisten, suami masih menyalahkan istrinya ketika anaknya mungkin (maaf) tidak “pandai” atau memiliki “kekurangan” yang dianggap tidak memenuhi kriteria anak “idaman” di mata sang ayah. Parahnya, suami tidak bisa menerima keadaan anaknya yang “kurang” menurut standarnya dan ia menyalahkan istri karena dianggap lalai dalam mendidik anak. Tidak hanya menyakiti hati orang-orang yang sudah seharusnya ia sayangi tapi juga suami ini lari dari tugasnya sebagai seorang ayah yang mempunyai tanggung jawab yang sama besarnya dengan istri dalam mendidik anak. Dan yang suami/ayah lupakan juga adalah bahwa anaknya tak sepenuhnya “kurang”, karena mereka memiliki kelebihan mereka di bidangnya masing-masing. Coba suami
pikirkan, apa jadinya ketika suami berangkat bekerja sedang istrinya lebih asyik nonton infotaiment alias acara gosip yang biasa disuguhkan pagi-pagi ketimbang menyiapkan seragam kerja dan sarapan suami. Dan akankah suami bisa tersenyum ketika memasuki rumahnya sepulang kerja mendapati istri sedang tiduran membaca majalah gosip sambil memasang headset di telinganya untuk mendengarkan musik, anaknya berantem, satu marah dan satunya lagi menangis, mainan berantakan, pakaian kotor belum dicuci, belum masak. #rumah apa pasar yak?

Bersyukur mempunyai suami yang mau berbagi tugas untuk menyelesaikan pekerjaan rumah, yang artinya kami saling membagi amal ibadah. Alhamdulillah hehe. Sesedikit apapun bantuan suami dalam menyelesaikan pekerjaan rumah harus disyukuri karena masih banyak suami-suami yang belum memahami bahwa pekerjaan domestik istri tidak kalah berat dibanding tugas suami mencari nafkah untuk keluarga. Jadi jangan meremehkan pekerjaan istri yang seharian mengurus rumah beserta isinya dan menjaganya dengan sebaik-baiknya.

18 thoughts on “Beratnya Menjadi Ibu Rumah Tangga

  1. saya pun beruntung punya suami yang pengertian
    tugas rumah dikerjakan bersama
    jadi lebih cepat selesainya juga kan
    entahlah nanti klo sudah punya anak ya hehehe

  2. salam kenal mbak mauna….menyelesaikan semua tugas rumah tangga memang kadang melelahkan dan menyita banyak waktu ya, saya sendiri juga kerap mengalaminya, karena itu sebaiknya memang tak hanya di kerjakan sendiri aja, bantuan dari pasangan kita untuk mengerjakan beberapa hal kecil pasti akan sangat membantu kita ya mbak..

  3. waduh…*tutup muka pake bantal*
    “istrinya lebih asyik nonton infotaiment alias acara gosip yang biasa disuguhkan pagi-pagi ”

    nonton acara gosip ituh ritual pagi ku mba Maunaaaa…hihihi…
    sarapan mah beli nasi kuning ajah…hihihi….

  4. Walau malas walau rajin si suamilah yang menanggung dosa si isteri…
    ada suami yg rajin, ada juga yg malas…
    jangan lupa…
    ada isteri yg rajin, ada juga yg malas…
    Pasangan masing2 adalah yg terbaik allah sediakan utk kita…
    masing2 ada tanggung jawab…

    Semua isteri memang senang dapat suami rajin sampai ada puji melangit..
    tapi siap” jika sebut suami berpoligami semua wanita menyumpah makian dan umpat .
    begitulah besarnya peranan suami pendamping hidup.

    ” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan ”
    (At Tahrim : 6)

  5. JIKA ANDA SERING KALAH DALAM BERMAIN TOGEL,SILAHKAN HUBUNGI om agus DI NOMOR -085399278797- UNTUK PEROLEHAN ANGKA SGP/HKG 2D 3D ATAU 4D YANG AKURAT TEMBUS DAN TIDAK MENGECEWAKAN ANDA SEKELUARGa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s