Akibat Kurang Ilmu


image

Niat membuat bubur ketan hitam yang aku post di sini sebenarnya sudah lama aku inginkan. Tapi apa daya, sering lupa saat belanja dan baru ingat pas udah di rumah, meskipun dekat dengan indomart tapi malas juga buka tutup folding gate ruko buat bela-belain beli ketan hitam doang. huwaaa capede… .

Pas belanja bulanan sabtu lalu pas banget inget beli ketan hitam, udah lama pengen bikin bubur ketan hitam, jadi ngiler aja kalo liat orang makan bubur ketan hitam. Nah udah beli tuh tapi gak langsung bisa nyoba. Jadi deh seninnya aku coba bikin. (ini baru prolog loh… what? Ya sudah terlanjur! baca aja lagi lanjutannya) hehe

Selepas maghrib, aku memulai rencanaku bikin bubur ketan hitam. Harus segera, karena abinya Fathan pulang cepat, mau ngantar Zizi ke klinik. Mulai dengan merebus ketan hitam yang sudah dibersihkan, aduk diaduk sampai air habis kok ketan tak mengembang, wah kenapa ini? batinku. Aku tambhkan air lagi dan panci masih nongkrong di atas kompor sudah satu jam dan sudah tambahan air ketiga, tiba-tiba seorang teman lama datang bersama keluarga kecilnya mengagetkanku yang sedang sibuk dengan pikiran tentang ketan hitam yang tak kunjung mengembang. Ngobrol dan ngobrol sambil mondar-mandir mengurus rebusan ketan hitam, dan sampailah obrolan kami pada hal yang membuatku mondar-mandir menambahkan air ke dalam rebusan ketan hitamku. Dari temankulah aku baru tau bahwa jika memasak ketan, ketannya harus direndam dulu. Oiya ya aku baru ingat dahulu kala sebelum ibuku membuat madu mongso, jenang, wajik ataupun tepung beras beliau selalu merendam beras/ketan dalam waktu yang lama antara 1-2 hari. Setelah melewati 2 jam penggodokan(maksa banget pake bahasa jawa), akhirnya jadilah bubur yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah bisa buat suguhan, masih sisa satu porsi besar untuk abinya Fathan.
Sepulangnya temanku dan keluarganya, tak lama abinya Fathan datang, surprise katanya senang sekali bisa makan bubur ketan hitam setelah sekian lama ia tak bisa menikmatinya. Deuh jadi gimana gitu, meskipun capek tapi tak sia-sia, bisa membuat keluarga dan teman bahagia. #lebay

Jadi ceritanya,karena kurangnya ilmu tentang bubur ketan hitam jadilah merugi sendiri capek mondar-mandir. Dan hari ini kubikin lagi bubur ketan hitam bagian 2, tapi ketannya sudah direndam selama 6 jam dan butuh waktu 1 jam untuk memasaknya. Lumayan untuk menu makan malam setelah sesi buka puasa, ngerapel makan. Coba ngerendemnya ketan lebih lama pasti masaknya lebih cepat lagi. Bener ga sih logikanya?

18 thoughts on “Akibat Kurang Ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s