Anak-Anakku yang Semakin Besar


image

Syukur Alhamdulillah atas segala rizki yang Engkau berikan baik yang tampak maupun yang tak tampak oleh kami sehingga banyak hal bisa kami ambil hikmah dan manfaatnya.

Sepertinya baru kemaren saya menikah dengan suami saya *halah ngaco*, tapi ternyata sudah hampir 5 tahun usia pernikahan kami. Subhanallah, Maha Suci Engkau Robb alam semesta ini. Dan sudah ada 2 buah hati yang Alloh amanahkan untuk kami didik dan rawat sebaik mungkin sebisa yang kami mampu usahakan. Dialah Fathan dan Azizah yang selalu menghiasi hari-hari saya, memenuhi waktu-waktu padat dan kosong saya sehingga menjadi semakin berwarna dan insyaAlloh penuh makna. *amiin* Karena canda tawa dan tangis mereka membuatku mengerti banyak hal juga tingkah polah dan sikap mereka yang membuat kami belajar banyak hal agar bisa menjadi orang tua yang baik dan memberikan yang terbaik untuk mereka, amiin.

Fathan
Anak pertamaku yang sudah sering aku ceritakan di blog ini, pertumbuhannya maupun hal yang kudapat ketika menemukan hambatan atas keterlambatannya berbicara dan treatmentnya. Kini diusianya yang menginjak 4 tahun, gerakan sholatnya sudah mendekati sempurna (dikatakan mendekati karena memang belum sesempurna anak baligh). Yang penting gerakan dan rekaatnya sudah benar, nanti bacaannya sambil belajar lagi dan tak lupa juga berdo’a selesai sholat do’a untuk orang tua dan do’a keselamatan dunia akhirat.

Ia yang sekarang sangat respon setiap mendengar adzan, sering mengingatkanku untuk segera sholat, apalagi sholat maghrib karena ia masih lebih memilih kartun anak yang memang waktunya pas banget sama jamnya umat muslim menjalankan ibadah. Bahkan suatu kali ia bisa tiba-tiba berlari dari tempatnya sholat ke depan televisi setelah mendengar lagu shaun the sheep… Hadeww.

Di sisi yang lain “kenakalannya” sebagaimana anak-anak belumlah hilang, ia masih sering tiba-tiba rewel lama dan diam sendiri ketika aku sudah capek memberikan penjelasan padanya, aku diamkan dia untuk berpikir. Seperti tadi pagi, aku mengajaknya mandi. Tiba-tiba ia rewel sekali minta mandi sama dedek padahal dedek udah mandi dan sedang bobo. Aku memberinya penjelasan agar ia mengerti. Bukannya langsung diam, ia malah menangis sejadinya, kalau sudah begini aku lebih memilih diam dulu untuk membuatnya tenang, karena memang saat itu aku sedang disibukkan dengan pekerjaan rumah tangga dan harus segera pergi. Setelah ia tenang barulah ia mengerti dan mencoba memberitahu ulang padaku bahwa ia mengerti kenapa dedek tidak harus mandi lagi.

Dan beberapa hari lagi adalah hari lahirmu, 4 tahun yang lalu. Masih lekat dalam ingatan kami, bagaimana aku berjuang antara hidup dan mati demi menyelamatkanmu, disaat yang lain tengah merayakan kemenangan malam ied fitri, ditemani dentuman bunyi petasan aku berjuang hanya ditemani abi dan kakak itupun di luar ruang operasi. Dan merawatmu sendirian di rumah dengan setumpuk pekerjaan rumah ditambah abi lembur akhir tahun membuatku belajar banyak hal termasuk bagaimana merawat bayi kecil sepertimu.

Azizah
Si imut nan cantik membuat hari-hariku yang biasanya hanya berdua dengan Fathan kini semakin lengkap dengan kehadirannya. Ia yang dulu membuatku merasa was-was akan kelangsungan hidupnya pasca melahirkannya. Alhamdulillah, kini ia tumbuh menjadi anak kecilku yang semangat dan periang. Maha Suci Alloh atas segala KemurahanNya, yang menjadikan Azizahku seperti sekarang ini. Di usianya yang menjelang satu tahun ia sudah tumbuh 4 gigi dan 4 lagi sedang ngintip-ngintip. Ia sudah bisa beberapa kata, umi, maem, apa, hao (baca hallo sambil pegang hp di telinga), atata (mungkin maksudnya Fathan, saat itu Fathan menyebut dirinya atan). Dan ia belajar berdiri sendiri ketika dalam mobil perjalanan kami ke Pekalongan 1 oktober lalu. Alhamdulillah, makin lincah saja pergerakannya, semoga segera menyusul pertumbuhanmu yang lain ya Zizi sayang.

Dan hingga kini, aku, suami dan orang-orang yang tau kecilnya Azizah tetap saja kagum ketika melihatnya sekarang. Itulah rahasia Alloh, kita tak sanggup menebaknya, bahkan orang yang kabarnya bisa melihat masa depan sekalipun.

Dalam sebulan ini, ada 2 tanggal ulang tahun anak-anak yang terpaut 15 hari. Juga bulan depan adalah bulan dimana pernikahan aku dan abi dilangsungkan. Meskipun banyak tanggal ulang tahun tapi kami tak pernah meryakannya, cukup nasihat dan do’a yang kami panjatkan sebagai pengingat bahwa kami harus lebih baik lagi. Melengkapi 100 lebih postinganku, aku ingin mengadakan kontes tentang anak. Untuk ketentuannya akan aki posting di tulisanku berikutnya, tunggu ya temans.

5 thoughts on “Anak-Anakku yang Semakin Besar

  1. semoga Fathan dan Zizi menjadi anak yang sholeh dan sholehah yaaa mbak.. kadang waktu memang terasa sangat cepat, tahu2 mereka sudah tumbuh besar dan bentar lagi akan remaja..😀

    kontes?? waaa, langsung semangat..

  2. Alhamdulillah ya..
    Semoga Fathan dan Azizah menjadi anak yang membanggakan orang tua..
    Iya yah kadang aku suka gitu,punya perasaan ga kerasa anakku juga dah gede..
    Mbayangin malam takbiran,ini malah mau lahiran hiks..sedih campur bahagia..

    Kontes?? *melotot *..
    Mauuu..di tunggu yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s