Pembeli Misterius


Empat kali sudah pembeli misterius itu datang ke toko. Dengan pakaian seperti preman lengkap dengan jaket dan kaca mata hitamnya, mereka datang ke toko hendak melihat-lihat barang dagangan yang kujual. Layaknya para pembeli menanyakan ini itu, bahan yang bagus dan yang biasa, harga yang murah hingga harga yang lumayan mahal, dan sebagaianya. Mereka berkeliling di dalam toko seperti hendak melihat sesuatu yang cocok untuk mereka, menanyakan kepada penjaga toko, mana yang cocok untuk mereka. Seperti biasa pula, penjaga toko melayani dua laki-laki berpakaian preman dan tak ramah ini dengan sebaik-baiknya. Ia tawarkan pakaian yang kira-kira cocok untuk mereka dengan saran ini itu.

Belum mendapatkan pilihan yang disarankan penjaga toko, dua orang itu menanyakan keberadaan pemilik toko dengan nada selidik, “Ibunya mana?”, “ada, di belakang”, jawab penjaga toko masih ramah. Aku yang kala itu memang sedang di belakang mandiin Fathan berusaha memperlihatkan wajahku untuk menyapa pembeli dan mencoba mencari tahu siapa gerangan yang hendak ingin aku sendiri yang turun tangan melayani proses jual belinya, karena biasanya hanya pelanggan saja yang begitu.

Sedikit asing dengan penampilan 2 orang yang berpakaian preman itu, satu orang agak tinggi dan satu lagi tidak lebih tinggi dari aku, membuatku ingin segera menyelesaikan tugasku memandikan Fathan. Mereka yang memaksa penjaga toko untuk bertemu denganku membuatku semakin bertanya-tanya, rentenir mana yang sedang mncariku, hehe. (semoga jangan sampai berhubungan dengan rentenir lintah darat). Selesai memandikan Fathan dan membantunya memakai baju, aku yang hendak menemui mereka malah tak sempat bertemu, hanya penjaga toko yang ketakutan yang kudapati.

Kutanya penjaga toko, perihal apa yang membuatnya takut dan ngeri. Ternyata salah seorang dari pembeli misterius itu hendak meminta uang dengan nada kasar, namun ditahan oleh temannya yang tinggi dengan kalimat, “nanti saja kita ke sini lagi”. Semakin bingung, mencoba mengingat-ingat punya hutang di mana, siapa dua preman tadi yang berani-beraninya meminta uang di pagi hari saat toko baru saja buka, dan siapa mereka yang telah memberikan pesan bahwa mereka akan datang lagi seperti akan menuntut balas sesuatu, siapa ya? ada apa ini?

Beberapa hari berlalu, kamipun melupakannya. Belum juga hilang rasa kekhawatiran kami, dua laki-laki misterius itupun datang lagi dengan cara lain, mondar-mandir di depan toko dengan motor yang lain dari yang sewaktu datang pertama, seperti sedang mengawasi sesuatu. Aku hanya memperhatikan saja, dan berpikir kalau mereka butuh denganku pasti mereka akan mendatangiku yang memang berdiri di depan pintu layaknya seorang satpam. Dan ketiga kalinya pun seperti itu, dan itupun seputaran waktu pagi dan siang.

Beberapa minggu berikutnya, mereka datang lagi, masih berdua laki-laki tinggi kurus dan laki-laki agak pendek bertompel di leher. Kali ini ia datang, tidak masuk ke toko dan tidak pula mondar-mandir, mereka hanya duduk-duduk di atas motor di bawah pohon belimbing milik tetangga ruko sebelah. Dari seberang jalan ia mencoba memperhatikan ruko kami, ya hanya ruko kami (kata penjaga tokoku). Aku yang sedang tidak berada di ruko dan ruko sebelah yang sedang mati lampu, sepertinya membuat dua pria misterius itu cukup puas mengawasi ruko kami. Sepuluh menit berikunya, mereka menghilang. Penjaga toko yang takut bukan main sudah meneleponku berkali-kali mencoba menanyakan kapan aku pulang. Kasihan dia.

Aku harus bertindak, pikirku. Dua pria asing ini harus mendapatkan pelajaran. Aku mencoba berpikir tindakan apa yang tepat ketika mereka benar-benar datang lagi ke sini, siapa dulu yang aku selamatkan, benda apa yang harus kupersiapkan, pisau, gunting, palu atau apa??(efek kebanyakan nonton film laga :D), yang pasti aku harus berdo’a bismillahi tawaqqaltu ‘alallahi laa khaula wala quwwata illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim, dengan menyebut nama Alloh aku berserah diri kepada Alloh bahwa tiada daya dan kekuatan kecuali milik Alloh. Amiin. Dan satu lagi, aku harus lapor satpam, saatnya satpam tidak makan gaji buta… . hihi.

Perhatian, harap teman semua berhati-hati, biasanya mendekati ramadhan dan lebaran, pencurian semakin meningkat, terutama kendaraan bermotor. Dan untuk yang tinggal di seputaran bekasi, harap lebih berhati-hati, menurut info dari tetangga yang polisi, katanya penadah motor curian ada di daerah setu, bekasi.

Berhati-hati dan menyerahkan semua pada Alloh SWT sebagai Pemilik apa-apa yang telah dititipkan ke kita.

34 thoughts on “Pembeli Misterius

  1. Saya ngga baca detil sampai habis, tapi ngeri juga ya kalau mengalami seperti itu… Ada kemungkinan lain ngga selain kejahatan? Misal, ternyata itu adalah ALEN yang menyamar he he he

    *becanda*

    Mudah2an sukses bersama keluarga!!

  2. berhati2 itu harus.. apalagi di zaman seperti sekarang ini🙂

    oh iya, sekedar memberitahukan ada titipan… mohon di ambil, terimakasih🙂

  3. bener mba, setiap mendekati bulan berkah selalu marak pencurian. begitu pun di bulan ramadhan.
    mereka pasti sangat membutuhkan hingga tega menodai bulan penuh rahmat dan ampunan.
    kita lebih waspada ajah yah mba🙂
    salam hangat

  4. Apa perlu saya kesana Mbak? hehe..

    Selalu ada doa buat sampean sekeluarga, semoga nggak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, Amiiiin..

  5. semoga dengan kejadian ini menjadikan kita semakin awas dan mawas diri ya mbak,,,amiinnn..semoga selalu aman2 saja mbak…dan berkah selalu usahanya..amiinnn…salam saya mbak…

  6. ya Allah membaca postingnya jadi ikutan ngeri,,semoga kita semua dijauhkan dari marabahaya dan malapetaka sama Allah swt mbak..semoga semua baik baik saja…
    Bismillah semoga allah melindungi kita *amien

  7. semoga tidak terjadi hal-hal yang diinginkan mbak, dan berhubung mbak udah dapet kode negatif, sebelum tutup toko usahakan tidak ada lagi barang berharga di dalamnya..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s