Perjalanan Ke Kota Tua


Pertama mengenal kota tua adalah dari blog seorang ibu dokter yang cantik, bu monda. Di sini lah aku mendapatkan cerita tentang kota tua. Ingin sekali ke sana, pikirku kala itu. Tak lama berselang, suami yang mendapat tugas luar pada hari libur itu, bersama teman-temannya menyempatkan mampir ke kawasan kota tua sepulang kerja yang kebetulan dekat sekali dengan kawasan tersebut. Oleh-oleh ceritanya membuatku semakin ingin ke sana.
Alhamdulillah, libur panjang kemarin, ada kesempatan untuk berkunjung ke kota tua.
Perjalanan kami dengan naik kereta KRL, merupakan pengalaman Fathan yang kedua menaiki KRL. Protes selama perjalanan berkali-kali keluar dari mulut Fathan karena tidak mendapatkan tempat duduk, capek umi, capek abi, gendong. Protes Fathan juga karena tak mendapat kursi setiap kali mendengar suara perhatian dari operator kereta, bahwa diutamakan tempat duduk untuk ibu hamil, lansia, dan balita. Beberapa mbak-mbak dan bapak-bapak hanya tersenyum memperhatikan tingkah Fathan, yang bernyanyi naik kereta api sepanjang perjalanan diselingi dengan protes-protesnya akibat kecapekan berdiri.

Kejadian Di Stasiun
Sewaktu menunggu KRL tiba dari Jakarta di kursi tunggu jalur 3/4, sebuah peristiwa menegangkan terjadi. Dua orang ibu-anak yang sepertinya sedang saling melepas kepergian itu seperti cerita di film-film. Anaknya yang telah dewasa sudah turun dari kereta ketika kereta mulai melaju, dan ibu yang tampak sedih melepas kepergian anaknya itu saling menggenggam erat. Sejurus kemudian, ibu yang sudah lumayan umur itu tiba-tiba saja meloncat dan alih-alih sang anak bisa sigap menangkap ibunya. Yang terjadi malah sebaliknya, Ibu yang terjatuh malah tertimpa anaknya yang ikut terjatuh karena masih menggenggam erat tangan ibunya, keduanya hampir saja masuk ke dalam rel dan terseret, alhamdulillah keduanya masih bisa diselmatkan. Setelah keduanya tenang, barulah kami tau bahwa ibu anak ini terlambat turun setelah mengantar anggota keluarganya menjadi salah satu penumpang kereta Jakarta-Bogor. Macam-macam komentar orang-orang di sekitarnya. Tapi ya itulah, mereka pasti punya alasannya.

Sepanjang Jalan depan Gedung BNI
Adakah yang aneh dari gambar berikut menurut kawan semua?

Cerita tentang kota tua, juga ada di sini

36 thoughts on “Perjalanan Ke Kota Tua

  1. Mbak, akhirnya jadi juga ya ke Kota Tua. Itu motornya naik trotoar, pejalan kaki sering diomelin sama mereka dianggap menghalangi jalan. Nunggu lanjutan perjalanan Fathan di Kota. Kasihan Fathan nggak ada yg kasih duduk di KRL ya, raja tega semuanya.

  2. yg aneh ada motor di trotoar.
    bikin malu aja tuh!

    saya pengen deh ke Kota Tua, setiap baca postingan blogger ttng kota tua, jadi semakin pengen😦

  3. haaaa,, saia pernah merasakan yang dirasakan oleh sang pengendara motor.. xixixixixi… amppuuuuuunnn (tapi ga di kota tua kok, n pas trotoarnya ga ada orangnya)

  4. kota tua ya blum pernah kesana, ada apa aja disana, hmm kayanya harus baca ke blognya mba monda yaπŸ˜€ . yang aneh motor pada naek trotoar, begitulah potret Indonesia

  5. eh, cerita si ibu dan anaknya yang berpisah itu beneran kayak di film, hehe…

    sempat juga baca tentang kota tua di blognya bu monda. berharap dapat mengajak keluarga ke sana, nggak ada dana, jadi cuma bisa berharap aja…

  6. jadi ingat anak saya yg kecil pengen banget naik kereta api namun belum kesampean…
    bukan pemandangan aneh lagi jk jalan terlalu padat banyak motor naik trotoar, saya sering melihatnya..padahal itu jelas-jelas salah yakan…

  7. Yang aneh tuh pengendara motor, kok jalan di trotoar milik pejalan kaki. Anehhh.. Di negeri mana nih, Mbak? Kacau banget… πŸ˜€πŸ˜€

    Btw, poto kota tuanya ko nggak ada Mbak?

  8. aq dulu 2 tahu kerja di daerah Mangga Dua, setiap hari melewati daerah KOTA, tapi gak pernah mampir KOTA TUA…( olehe penasaran malah sekarang saat wis gak pernah kesana lagi)

  9. Sepeda motor kok jalan di trotoar to…?
    Aduh, aduh…segitu macetnyakah kota Jakarta?

    Mbaaak, trima kasih ceritanya, saya belum pernah sekalipun ke Kota TuaπŸ˜€

  10. jadi pingin ke kota tua…eh tapi kayaknya aku pernah kesana waktu itu..cuman nggak kemusiumnya…waktu kalo tak salah lulus kuliah dan interview di PT. Samudera I…terletak dikota tua itu kayaknya …:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s