Kematian Bisa Datang Sewaktu-waktu


Bunyi sebuah pesan pendek datang di hape-ku, memecah keheningan. Malas rasanya beranjak dari kursi menuju lemari tempat hape tersimpan, tapi tiba-tiba teringat seorang teman yang suaminya sedang terbaring koma di RS di Kampung. Perasaan tidak tenang mulai menyerang memaksa diri ini untuk segera mengetahui isi pesan pendek itu. Dan “Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un… “, kalimat pembuka yang tertulis sungguh sangat menghentak hati. Kuucap kembali bacaan irji’ setelah kutahu lengkap isi pesan tersebut.

Suami teman telah meninggal, terbayang teman yang sangat sedih kehilangan suaminya. Membayangkan saja ingin menangis rasanya, apalagi teman yang mengalaminya? Masih dengan hape yang kugenggam, aku mencoba meneleponnya, memberikan penguatan dan dukungan. Hanya do’a yang bisa kupanjatkan agar amal suami temanku diterima di sisiNya dan temanku juga keluarganya diberi ketabahan menghadapi ujian ini. amiin.

Semoga engkau sabar menghadapi takdir Allah SWT, teman. Ditinggalkan suami yang menjadi satu-satunya pencari nafkah dengan 2 anak yang masih balita. Susah membayangkannya, tapi kita harus tetap yakin dengan skenario ini karena Allah memberikan ujian beserta penyelesaiannya.

Setahun berlalu, engkau sungguh tegar teman, anak-anakmu pun tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mandiri dan pengertian. Aku salut.

Beberapa waktu lalu. Ada seseorang yang dekat denganku bertanya dengan pandangan sedikit nanar, “Kalau suami kita meninggal, kita nanti kerja apa untuk menghidupi anak-anak?”. Aku yang tak pernah terpikir bahwa akan ditinggalkan suami duluan, merasa kelimpungan menjawab dan hanya tanya-tanya juga yang timbul di benakku. Bagaiman nanti jika kita yang ditinggalkan pasangan kita dan bukan kita yang meninggalkannya terlebih dahulu, bagaimana nanti kita menghidupi anak-anak setelah suami tidak ada, dan pertanyaan-pertanyaan yang lain yang tiba-tiba memenuhi ruangan di otakku. Namun kemudian tersadar, ada Allah yang akan menuntun dan membantu kita menyelesaikan semuanya. Aku yakin itu. Lalu, aku tanya padanya, “Bagaimana denganmu?”, “Mungkin aku akan jadi pembantu”, jawabnya. “Bisa ga ya?”, imbuhnya lagi dengan tanda tanya besar.

Tidak mudah membayangkan semua yang mungkin saja akan kita hadapi, tapi semua sudah dalam pengaturanNya. Tinggal kita berusaha dan berdo’a, sedang hasilnya adalah Rahasia Allah SWT.

Bertemu, bersama, berpisah sudah tertulis dalam lauhul mahfudz yang akan menjadi rahasia sampai tiba masanya terjadi. Seperti juga jodoh, rezeki, kebahagiaan, dan usia sudah Allah SWT tentukan bersamaan ketika Allah SWT menciptakan kita dengan segala perbedaannya.

Kematian adalah sesuatu yang pasti terjadi, sedang kehidupan adalah sesuatu yang tidak menentu. Kapan dan di mana terjadinya, itu adalah sesuai dengan Kehendak Yang Kuasa.

31 thoughts on “Kematian Bisa Datang Sewaktu-waktu

  1. mba Maunaaaaaa…
    duh…jadi sedih gini ngebayanginnya…
    kadang kadang suka kepikiran juga siiiiih…
    tapi tetap aja gak ketemu solusi nya musti gimana…hiks…

    mudah mudahan aja teman nya mba Mauna itu diberikan ketabahan yaaaa:)

  2. aku komentar gimana ya…..

    semoga temannya diberikan kesabaran dan menjalani kehidupan selanjutnya dengan baik….

    sedih boleh mbak mauna, tapi jangan sampai membayangkan yang jelek-jelek…

  3. Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja, tanpa mengenal tempat dan waktu. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa mengingat kematian dan mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian,

    salam kenal. Dari kota Yogyakarta

  4. assalamu;alaikum…
    kematian adalah pengalaman yang semua mahluk hidup mesti hadapi..
    tak perlu takut menghadapinya, tapi persiapkan semua bekal untuk menjemputnya..

  5. Umur, rezeki dan jodoh semua sudah diatur Yang Maha Mengatur.
    Ikut berduka cita buat teman Mauna yang suaminya meninggal, semoga senantiasa diberi keikhlasan dan kemudahan.
    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s