Sandal Gunung


Suatu kali sedang bertamu ke rumah seorang teman bersama beberapa ibu-ibu, aku dibuat malu oleh seorang anak pemilik rumah berusia 6 tahun yang baru saja ditinggal oleh Ayahnya karena kehendak Allah. Saat itu sedang rame-ramenya orang pas mau pamitan pulang, tiba-tiba si kakak teriak, “Mama, kok ada sendal cowok? Tamunya kan ibu-ibu semua”, katanya. Setengah menahan malu, aku hanya senyum saja, dan mamanya terpaksa menjawab karena si kakak berulang-ulang bertanya, “Itu sandal Uminya dede Fathan”. Akhirnya meringis juga aku, sampai-sampai ibu-ibu pada tau sandalku yang jawabnya kompakan ama ibu pemilik rumah. hihi… .
Ngomong-ngomong soal sandal, dalam sejarah aku belum pernah punya sandal cewek yang berhak baik tinggi maupun rendah. Pernah sekali, mau diajak kakak ke rumah relasinya, ceritanya aku yang seperti biasa pakai sandal gunung, sandal pilihan terbaik untuk kaki sepertiku. Kakak kurang cocok sama sandal yang kupakai dan ditawarilah sandal miliknya, untuk menghormati kakak, aku coba pakai saja gak ada salahnya juga pakai sandal bagus😀. Akhirnya, belum juga sampai di rumah yang dituju, kakiku sudah berontak, sudah jatuh karena sandalnya ada haknya, ditambah lagi lecet-lecet biarpun sudah pakai kaos kaki. Ternyata… .
Aku bukan tidak punya sandal cewek/sepatu cewek, aku punya bahkan sering beli, tapi paling lama tahan di kakiku hanya 1 bulan padahal pemakaian standart, bukan untuk lari-lari dan sehari-hari di dalam toko tidak pakai sandal. Sungguh menyedihkan. Bukan soal harga, tapi memang sepatunya gak bisa tahan lama di kakiku.
Pernah satu waktu ke toko sepatu, hampi 2 jam cuman nyobain sandal yang pas sama ukuranku, dari merk fladeo, yongki komaladi dan kawan-kawannya, aku coba satu-persatu, tetap saja tidak ada yang muat, sampai aku tanya sama spg-nya, sepatu/sandal yang ada ukuranku, hasilnya nihil. Dan lagi-lagi tinggal sandal gununglah pilihanku untuk pemakaian sehari-hari, karena tidak mungkinkan aku pakai sepatu untuk pemakaian rutin. Sepatu?? hihi Sepatu juga harus sepatu kets laki-laki… . ah jadi inget masa sekolah dan kuliah yang tiap hari tas dan sepatuku di taksir sama teman-teman laki-laki. Bukan aku loh, tapi tas dan sepatuku yang cocok dipakai oleh makhluk bernama laki-laki, sabar sabar.
eh… kok jadi ngelantur ke mana-mana.
Sandal gunung adalah sandal pilihan terbaik untuk kaki dan juga kantongku. Lebih hemat, karena aku tak perlu sering ganti dan tak perlu harga yang mahal. hihi, dasar emak-emak tomboy, bahkan untuk soal tas juga aku lebih suka tas trendy daripada tas ibu-ibu, sekali lagi karena ga tahan lama.
Dan inilah kurang lebih penampakannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Gambar sepatu dan sandal, aku ambil dari sini.
Kalau gambar tas, asli milik😀
Dan sedihnya kalau mau pergi kondangan, aku kebingungan sendiri mau pake sandal macam apa… . Kalau acaranya di rumahan dan sedikit santai, cuek saja aku pakai sandal gunung, gak banget yaa… .ah gak papa, masing-masing orang punya alasan masing-masing. Bagaimana dengan kawan sekalian?

48 thoughts on “Sandal Gunung

  1. kalau mau diturutin emang enak nyantai gitu mba..
    aku dulu jg suka pakai spatu gunung/sandar gunung.
    tp berjalannya waktu aku mau jg belajar pake sandar cewek.

    dan untuk barang2 seperti tas, sepatu atau sandar, aku termasuk memakainya.
    bisa setahun baru ganti😀

  2. Yang penting nyaman toh mbae..
    boleh donk pinjem sandal gunungnya..hhe..

    *emak2 tomboy*..??
    aku emak2 cuek hahha *ga da yang nanya* wkwkwk..

  3. Wah sandal gunungnya keren……. saya boleh pinjam nggak………..hehehehe kalau saya malah sendal karet mbak….hehehe #gak nanya….plaaaaakkkk

  4. tas nya sama kek tas adek ku yang cowok😀
    hehehehehheee
    kalau aku sejak sering kumpul bareng sepupu-sepupu ku yang cewek banget, terus ngeliat mereka cantik-cantik pake tas cewek, aku mulai ngikit. terus si ammah mulai mbeliin aku sepatu2 cantik gitu,
    akhirnya kebiaaan juga make ‘sepatu cewek’ yang gak pake hak, soalnya aku udah tinggi mbak

  5. Sandal gunung saya pikir … ok – ok saja …
    bahkan kalau dibawa ke resepsi sekalipun …
    kan tertutup oleh kain panjang … atau celana panjang …

    So … relax and sporty …

    salam saya

  6. membacanya blm menemukan alasan knp tak mau pake yg feminim… krn tomboy kah?
    salam kenal ya mba… sukses 🙂

  7. Maunaaaaa…kayaknya kita ‘senasib’ deh!
    Kaki saya juga ukurannya tidak biasa, susah banget cari sepatu atau sendal cantik, apalagi high heel😉

    Akhirnya, saya memang nggak punya koleksi sepatu atau sendal, rusak dulu yang satu, baru deh beli yang lain…hehe, males nyari soalnya😀

  8. adakalanya memang pada akhirnya kita harus berpikir ‘yang penting nyaman’, begitu ya?🙂

    nice post… salam kenal…

    d.~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s