Azizah 5 Bulan


Hari ini Azizah genap berusia 5 bulan. Alhamdulillah. Semoga selalu sehat, jadi anak yang sholehah, ta’at pada orang tua dan agama, menjadi penyejuk mata bagi orang tua dan lingkungan, sukses dunia akhirat, amiin.

Hampir setengah tahun sudah hari-hariku disibukkan oleh kehadiran bayi mungil yang kini meskipun tak mungil lagi, tetap saja imut. Di bulan ke-5 ini, ia sudah banyak mengoceh, bahkan menjelang tidur-pun ia masih sempat mengoceh, setiap kali diajak ngobrol, ia selalu antusias membalas percakapan layaknya orang sedang bercakap-cakap, ah lucunya. Ia juga suka miring-miring, tengkurap dan balik lagi seperti orang berguling, dan ia sabar belajar tengkurap. Ia yang lincah matanya, selalu mengikuti ke mana arah bayangan yang masuk ke dalam matanya, dan mulut mungilnya selalu tersenyum ketika dipandangi, meskipun terkadang malu, dan membalikkan mukanya. Ia juga selalu tertawa hingga tergelak manakala ada yang loncat-loncat di depannya, lucu sekali. Kepala Azizah juga sudah kuat tegak berdiri. Tapi karena belum waktunya di dudukkan, aku tetap berusaha menyangganya ketika menggendongnya posisi duduk setengah berbaring, dan ia selalu protes tidak mau digendong tidur, maunya digendong duduk atau dipangku layaknya bayi gedhe. Azizah sekarang juga bisa mengenali suara-suara abi, umi, mas Fathan dan yang lain. Perkembangan lainnya, ia sudah bisa menyentuh, mengambil mainan yang disodorkan padanya, sekejap menggenggamnya erat dan kemudian jatuh, dan hari ini tepat di usianya yang 5 bulan, ia sudah riang memainkan mainan bunyi ditangannya. Hihihi lucu sekali… .

Teringat masa-masa menjelang proses persalinannya.

Keputusan SC, bisa dilihat di sini.

 

Dalam Ruang Operasi

Aku yang sudah berusaha tegar, tetap saja meneteskan air mata manakala terakhir bersalaman dengan Suami sebelum masuk ruang Bedah, aku melihatnya bercucuran air mata. Hanya kalimat-kalimat illah yang keluar dari mulutku, aku berdo’a dan aku memasrahkan semua hasil kepada Yang Maha Bijaksana. Tak berani berharap banyak, dengan hasil CTG, yang menunjukkan detak jantung bayi melemah dan sempat hilang. Tapi bukan berarti aku tak berharap apa-apa, aku tetap berdo’a untuk kesehatan si kecil.

Obrolan santai Dokter dan para asisten membuat kegundahanku sedikit berkurang, sampai tak terasa bayiku sudah dikeluarkan. Sayangnya aku tak bisa melihatnya meskipun sebentar, karena bayi yang kecil dan kedinginan, itulah penjelasan dokter dan asistennya. Kata Dokter Bedah menghapus kecemasanku, “bayi ibu kuat, jadi ibu harus kuat ya?!”. Alhamdulillah, dan katanya lagi, “kayak nenek-nenek, karena ga ada ketuban sama sekali”, saat kutanya gimana kondisinya. Dan sayup-sayup terdengar percakapan para operator dan asisten dokter menyadarkanku dari bius total yang dirasa dokter perlu diberikan padaku yang cemas dan khawatir karena ingin melihat si kecil. Aku baru tahu, ternyata aku mendapat bius total menjelang akhir proses SC.

 

Kondisi Lahir

Bayi Azizah yang lahirnya dengan SC karena ketuban habis di akhir bulan ke-8 ini, mempunyai berat 1450 gr dan tergolong bayi sakit, kulitnya keriput dan tampak ringkih.

Sedih… . hanya rasa itu yang kuingat waktu menjalani proses SC. Tapi aku berusaha kuat, untuk si kecil. Aku berusaha tegar meski dalam kondisi yang tak menentu, aku yakin dengan skenario Alloh. Alloh pasti memberikan yang terbaik sesuai jalannya masing-masing. Dengan kondisinya yang demikian, ia mendapat perawatan intensif di perina, 1 selang infus terpasang di tangan kanannya dan beberapa obat yang harus diberikan pada si kecil. Bertambah sedih, tangannya yang mungil harus dimasuki selang infus. Karena kondisi inilah yang memaksa suamiku tak langsung mentalqin si kecil, menunggu para perawat selesai melakukan tindakan. Sehingga abi mentalqin si kecil di dalam incubator, dan seperti memberikan respon sewaktu diperdengarkan suara adzan dan iqamah oleh abinya.

 

Bayiku dalam Foto

Selesai SC aku belum bisa langsung melihat si kecil (saat itu belum punya nama), karena kondisinya yang demikian membutuhkan perawatan intensif dalam incubator di ruang khusus, sehingga tak bisa kuminta untuk dipindahkan tempatnya bersamaku dalam satu ruangan perawatan, sekalipun aku bersikeras. Jangankan untuk menggendong/memeluknya, melihatnya saja aku tak bisa, karena kondisiku yang baru saja selesai SC-belum bisa bergerak dan si kecil juga tak mungkin keuar dari incubator. Sejak tersadar dari obat bius total, aku hanya bisa melihat bayiku dalam Foto yang diambil sesaat setelah dibacakan adzan dan iqamah. Yang membuatku lebih sedih lagi, aku tak bisa langsung memberinya ASI.

 

ASI yang Tak Langsung Keluar

Sehari pertama, aku hanya terbaring selama 12 jam, dan selama 12 jam berikutnya aku berusaha miring ke kana-kiri dan belajar duduk serta jalan. Setelah bisa jalan baru bisa melakukan treatment agar ASI segera keluar. Setelah ASI keluar, barulah bisa meminumkan ke si dede selama dia mau, aku maunya sih selama mungkin asal dia mau, hanya saja tak sampai 15 menit si dede udah gemeteran kedinginan, karena terlalu lama di luar incubator. hufhhh… .

Jam Kunjung Perina yang Tak Fleksible

Bayiku yang mendapat perawatan dalam perina bersama bayi-bayi yang lain juga harus mengikuti aturan perina yang menurutku tidak fleksibel terkait dengan jam kunjung. Bagiku yang ingin full asi, sudah harus bolak-balik ke ruang perina-ruang perawatan yang meski jaraknya agak jauh sebenarnya bukan masalah. Yang jadi masalah adalah tak selalu diijinkannya aku menengok bayiku, memeluknya, memberinya asi, karena jadual menyusui yang selalu tidak sama dengan jadual kedatanganku. Sekalipun sudah kuusahakan untuk datang lebih awal agar bisa menyusui, tetap saja sering harus geregetan karena perawat selalu bilang belum waktunya menyusui, dan ketika aku balik lagi setelah ditinggal sebentar, perawat bilang, sudah diminumin sufor bu… sedih. Akhirnya, punya inisiatif asi perah tampung botol, dan alhamdulillah sampai waktunya keluar RS masih bisa memberikan ASI meskipun kadang tak bisa langsung menyusui, sabar bolak-balik aja.

 

Keputusan Dokter Anak

Setelah 3 hari di RS, kondisi si kecil terus membaik. Bahkan selang infusnya sudah mulai dilepas dan saatnya mendengar keputusan dokter anak tentang hasil observasi selama 3 hari. Alhamdulillah, bayiku tidak kuning karena daya hisapnya yang kuat dan doyan nyusu. Kerja jantung dan Paru-paru pun normal dan tak ada masalah. Hanya saja karena bayi sangat kecil, dokter mengijinkanku pulang membawa si kecil dengan syarat harus ada penghangat semacam oven di rumah yang fungsinya seperti incubator.

 

Saatnya Pulang

Cari-cari info tentang incubator, antara perlu ga perlu. Akhirnya kami putuskan bernegosiasi dengan dokter anak, mencoba mencari jalan tengah agar tidak harus incubator tapi tetap aman untuk perawatan intensif si kecil. Akhirnya sampai pada kesimpulan, kami bisa memanfaatkan box bayi seorang teman yang bisa disiasati sedemikian rupa sehingga bisa menjadi tempat yang nyaman buat si mungil. Alhamdulillah, pulang… . Lega rasanya bisa terus-terus memeluk si kecil. Merawatnya lebih intensif daripada yang RS bisa lakukan. Tentang box bayi yang bisa berfungsi sebagai penghangat, akan saya ceritakan di postingan berikutnya.

Dan inilah Foto Azizah dari 1 hari hingga sekarang 5 bulan

6 thoughts on “Azizah 5 Bulan

  1. Subhanallah..Alhamdulillah adek Azizah dah sehat ya Mbak!
    kalo saya dulu emang dah ada sinyal untuk SC karena dah diwanti2 kalo kehamilan saya itu resiko tinggi, jadinya dah siap mental!😀

  2. Azizah, selalulah jadi penyejuk mata bagi orang tua dan orang orang di sekitarmu.. Selamat ulang bulan ya sayang…

    Buat Mbak Mauna, salam hangat;

  3. duh, baca cerita soal SC, jadi teringan diri sendiri .. Alhamdulillah Azizah sekarang sehat ya … selalu sehat ya sayang …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s