Fathan, umi junior


Gambar Fathan Atas request kawan-kawan

 

“Fathan mau sekolah, umi”, katanya sambil menenteng tas biru hadiah dari budhe-nya setahun yang lalu.

“Iya sholeh, nanti yaa kalau sudah waktunya”, jawabku.

“iyah”, katanya sambil tersenyum.

Dan percakapan ini selalu berulang setiap kali ia bermain bersama tas-nya. Lucu sekali.

Sejak lancar berbicara, makin hari ia makin pintar, makin banyak kosa kata yang ia miliki. Tiap kali mendengar kata-kata baru, ia selalu mengikuti meskipun ia sedang asyik bermain. Ia pun semakin pandai mengungkapkan perasaannya, marah, sedih, ataupun senang. Ketika marah, ia akan bilang, “Fathan marah”, dan akan menampakkan ekspresi sedih disertai air mata manakala perasaannya sedang sedih. Alhamdulillah.

Ia yang seluruh waktunya dihabiskan bersamaku di rumah, memiliki kata dan tata bahasa yang copy-paste dariku. Dialah yang sering mengatakan padaku “gak papa, nanti juga sembuh”, tiap kali aku meringis kesakitan, ah jadi malu. Ia yang cerewet sekali yang ga bisa diam dan suka sekali jalan-jalan seperti aku. Dia yang sering heboh ketika melihat sesuatu yang ia senangi lewat di depan rumah, bis, mobil polisi, atau mobil ambulan yang suara sirine-nya selalu ia ikuti.😀

Ia juga yang mengatakan, “ada apa sayang? cup cup ada umi tuh, ada mas ini” untuk menenangkan adiknya ketika  menangis. Ia yang sering bermain meluncur di pegangan tangga dan bilang, “kayak mba dps”, ketika mulai naik pegangannya. Dilanjutkan menyanyi lagu-lagu anak atau sambil menghafal do’a-do’a ketika meluncur. Subhanallah, smoga engkau jadi anak yang sholeh dan sayang sama adikmu ya nak.

Di Usianya yang belum genap 3,5 tahun ini sudah sangat membuat umi-abi bangga padanya. Ia yang selalu menuntaskan gerakan sholat dari takbir hingga salam, mencium tangan kami-abi uminya, dan menyelesaikannya dengan do’a keselamatan dunia akhirat dan do’a untuk orang tua. Dia juga sudah pandai makan sendiri dengan tumpahan nasi yang sedikit dan ia bereskan sendiri. Ia yang tak lupa berdo’a sebelum makan dan tidur yang bahkan sering mengingatkan kami untuk berdo’a ketika kami lupa. Ia yang kini sedang kuajari bacaan al fatihah setiap selesai sholat dan bacaan 3 surat terakhir sebelum tidur. Smoga jadi investasi yang bernilai syurga, nak. Amiin.

Fathan memang masih balita, dan selayaknya balita. Sebagian besar waktunya untuk bermain-main dan menggelar semua mainannya di atas kasur ataupun lantai yang tak pernah mau diberi alas, namun ia tak lupa membereskannya kembali setelah selesai bermain. Ia juga suka sekali menggambar mobil dan orang di kertas, dan seperti anak-anak yang lain, yang ia suka dengan sengaja mencoret-coret tembok untuk menggodaku dan bilang, “hayoo sapa coret? umiii”. Ia juga sesekali sengaja memukulku dan bilang, “ga sopan”. Yang kata suamiku, umi banget!! Waaaa… .

Aku yang selalu bilang padanya, “hujan deras mas, kasian abi”, setiap kali hujan deras disertai angin. Ia pun mengikutiku. Dan tadi malam aku telah membuat iri abi. Fathan yang pergi naik motor bersama abinya dan kehujanan. Tiba-tiba sedih, diam dan menangis, ia bilang, “kasihan umi, nanti umi nangis kehujanan”. Allohuakbar… . lembut sekali nak, hatimu.

12 thoughts on “Fathan, umi junior

  1. Fathan hebat deh …
    Iya mbak, kalo sehari2 sama ibunya, anak pasti copy paste ibunya … itu juga yang aku alami sama fauzan. Bapaknya suka bilang, “Ibu banget ..” hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s