Pertumbuhan Azizah(1)


Tidak terasa, dua bulan setengah telah berlalu. Masa-masa berat dan menegangkan sudah jauh berkurang, ketimbang sewaktu azizah baru lahir. Seribu satu macam kesibukan menyita hari-hariku yang harus ekstra merawat sikecil yang memang benar-benar kecil, dengan beratnya yang tidak genap 1,5 kg meleset 0.3 ons dari taksiran USG. Dengan kelahirannya yang prematur dan BBLR, diperlukan perawatan intensif untuk mempertahankan kehidupannya yang tentu saja belum semua fungsi organ tubuhnya berjalan normal layaknya bayi yang lahir setelah masa kehamilan 37 minggu.

Sesaat sebelum proses persalinan, dokter yang menanganiku sudah memberi pengarahan panjang lebar terkait dengan kondisi yang mengharuskan bayi dikeluarkan sebelum waktunya, dan berbagai resiko yang menyertainya juga ekstra-nya perawatan bayi premature yang tentu saja memerlukan biaya yang lumayan besar. Keputusan sudah diambil dan resiko sebesar apapun pasti akan kami jalani dengan penuh keyakinan bahwa Allah SWT pasti akan membantu. Hasil pemeriksaan sementara pasca lahir, jantung dan paru-parunya sudah matang, dan nilai apgar 7/8, termasuk bayi bugar. Lima hari perawatan pasca SC, Azizah dinyatakan sehat dan sudah boleh pulang, Alhamdulillah. Tetap bersyukur, meskipun terbayang kekhawatiran dan segala kerepotan mengurus si kecil. Dan berbekal pengalaman mengurus fathan yang BBLR (Berat lahir 2 kg) dan dukungan dari semua pihak terutama keluarga kecil dan keluarga besar. Sekarang di usianya yang 2.5 bulan ini beratnya sudah 3.5 kg, sudah miring-miring dan ngoceh. Alhamdulillah… .

Terima kasih buat Suamiku yang juga abi buat anak-anakku, atas kesabarannya menemani kami (aku dan anak-anak) menjalani proses kehidupan yang sudah Allah gariskan. Juga keluarga besar atas bantuan dan dukungannya, serta semuanya atas do’a untuk Azizah.

8 thoughts on “Pertumbuhan Azizah(1)

  1. wah akhirnya setelah perjuangan yang berat sekarang mbak sudah bisa bernafas lega karena bayinya sudah sehat…aku teringat dengan ponakanku yang juga lahir prematur, ibunya meninggal demi mempertahankan dan menyelamatkan anak ini😦
    semoga mbak mauna dan juga bayinya selalu sehat yaah…ditunggu cerita sikecil berikutnya😀

    salam dari manado
    wiwing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s