Fathan dan ‘tempat tidur’-nya


Malam pun tiba setelah lelah seharian menunggu ‘GRIYA BATIK’, berat juga mata ini serasa ingin terpejam, kalo saja g punya anak mungkin aku langsung terkapar. Tapi apa daya anakku menantiku untuk membersamainya melakukan aktivitas baik. Ya dia punya kebiasaan sebelum tidur, aku bilang sih kebiasaan baik. Sebelum tidur dia melepas pakainnya sendiri meletakkannya di tempat baju kotor, kemudian cuci muka, tangan kaki (aku sdh mengajarinya wudhu termasuk juga sebelum sholat/ke masjid), gosok gigi dan ganti baju tidur. Sampai di sini cukup.
Fathan punya kasur kesayangannya, dia punya sejak dia usia 4 bln. Kasur busa ukuran no.2 yang kami beli sewaktu ibu mertuaku mendadak datang karna pengen nengok cucu sedangkan kami cuma punya satu kasur, hehheh maklumlah. Dan sejak usianya 1,5 tahun dia mulai tau kalo kasur itu adalah kasurnya, padahal kami tdk pernah membiasakan harus tidur di kasur mana, bagiku semua sama. 
Dan lucunya stiap kali mau tidur dia slalu menggulung sepreinya, ditariknya seprei dari tepi kasur dan didoronglah ke ujung seberang, jadi deh kasur fathan tanpa seprei, awalnya aku sempat merasa gimana gitu sama fathan masa iya seprei udah rapi2 pasti diberantakin lagi stiap kali dia akan tidur ataupun sekedar duduk saja.. . ahaaha pada hari kemudian, swaktu aku berkunjung dan menginap di rumah mai sista, dan bukan suatu kebetulan karna smw sudah diatur sama Allah. Kakakku juga punya kasur yang sama seperti punya dia beda ukuran ajah, jadi deh perilakunya sama dengan swaktu di rumah, disitu aku baru nyadar kalo anakku punya kebiasaan yg lucu. 
Tapi nak, meskipun lucu aku berrencana merubahnya. Karna itu bukan kebiasaan yg baik kelak.
makasih ya udah mau baca, mauna


2 thoughts on “Fathan dan ‘tempat tidur’-nya

  1. jawaban dari pertanyaan mbah jiwo:
    1. awalnya, mgkn karna dia pernah ngerasain waktu g pake seprei… . maybe sih
    2. motifnya? hmmm apa ya, mungkin dia merasa lebih nyaman tanpa seprei… . maybe juga.
    kebiasaan baik, mungkin. tapi merubah kebiasaannya tanpa seprei menjadi dengan seprei juga ide baik, sepertinya lebih byk manfaatnya
    🙂
    oiya, udah main ke blog baru tapi blm sempat komen, diusahakn ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s