Bayi dan Gosok Gigi


Pagi kawan-kawan semua, gimana kabar kalian pagi ini?
Semoga kebaikan senantiasa melimpahi setiap ruang gerak kita semua. amiin. SEMANGAT!!!
Tema pagi ini, tentang anak dan aktivitas Gosok Gigi.
Menurut kalian ada hubungannya ga siy? Menurut ku ini berkaitan banget, pada kebanyakan anak kecil aktivitas menggosok gigi tergolong aktivitas yang kurang menarik, kenapa? Saya juga kurang tau pasti kenapa, tapi hampir sebagian besar anak-anak kecil di bawah usia 6 tahun masih sering enggan kalau mereka disuruh untuk gosok gigi terutama menjelang waktu tidur malam mereka. Mungkin karena belum ngerti kenapa mereka harus gosok gigi, atau mungkin juga karena mereka merasa terganggu dengan bulu-bulu sikat yang masuk ke mulut mereka, bahkan mungkin anak merasa trauma karena sejak kecil ‘dipaksa’ gosok gigi.

Pengalaman saya (sewaktu masih ikut kakak), mengajari anak kebiasaan baik itu penting, tapi bukan dengan paksaan. Gampang-gampang susah, tidak selalu mau dan tergantung sama mood mereka. Kalo mood-nya lagi bagus mereka mau gosok gigi, kalo lagi ga, boro-boro mau gosok gigi, tau juga udah pada kabur mereka.
Sekarang setelah anakku usia 2 tahun, udah pinter gosok  gigi sendiri. Dia tau betul bagaimana cara gosok gigi, diawali dengan kumur, mengeluarkan pasta gigi dan meletakkannya di sikat gigi, kemudian menggosok giginya dengan senang hati pun di mulai. Alhamdulillah… .
Islam adalah agama yang syamil mutakamil, menyeluruh di segala aspek kehidupan manusia. Islam menganggap penting arti THAHARAH dalam kehidupan kita, dalam Fiqh, Thaharah selalu menjadi Fiqh pertama yang dibahas, karena Thaharah ibarat sebuah pintu sebelum memasuki ibadah yang lainnya. Siwak atau gosok gigi termasuk di dalamnya.  Karena pentingnya Siwak, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, “siapa yang tidak bersiwak pagi ini? Mungkin ini salah satu penyebab kita tidak menang dalam peperangan kali ini”. Rasulullah SAW adalah teladan yang baik untuk kita dan anak-anak kita. Bahkan Rasulullah dianggap sebagai Al-Qur’an berjalan karna SEMUA perilakunya menakjubkan sesuai dengan Al-Qur’an. AMAZING.
Balik lagi ke anak-anak. Pernah suatu kali ketika bertemu dengan beberapa teman main Fathan, aku liat gigi mereka sudah pada gigis, hitam-hitam. “Susah diajak sikat gigi” keluh ibu mereka. Sewaktu Fathan ketawa, ibu-ibu itu senang melihat gigi fathan yang bersih, itu karena dia rajin sikat gigi. Sekali lagi itu karena kebiasaan, dan bukan paksaan.
Pertama mengajari Fathan gosok gigi, bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, sejak 6 bulan gigi pertamanya tumbuh 2 gigi seri atas. sebulan berikutnya 2 gigi seri bawah, sampai Fathan usia 1 tahun giginya lengkap 16 buah. Padahal seumurannya baru 2-6 gigi yang tumbuh. Pada usia 8 bulan gigi-gigi Fathan yang sudah tumbuh mulai sedikit kusam, setelah mengumpulkan banyak informasi. Aku mulai mengajarinya sikat gigi pake sikat jari, sekali dua kali hingga berkali-kali setiap belajar gosok gigi jariku selalu digigit olehnya. Hingga usianya setahun pertama, aku mulai pake sikat gigi anak-anak dan hasilnya pelajaran gosok gigi pake sikat gigi anak tak berlanjut karena gusinya sempat ketusuk sikat dan sariawan. Berhentilah belajarnya hingga sebulan dan aku baru menyadarinya kalo gigi Fathan mulai coklat-coklat. Tuiiiing.
Bismillah, dimulailah lagi setiap ia mandi dan setiap aku menggosok giginya, aku juga menggosok gigiku sendiri. Jadi deh kebiasaan yang menyenangkan, hingga usianya 1,5 tahun ja ssudah bisa protes jika aku kelupaan tak menggosok giginya. Hasil yang bagus dari sebuah proses penanaman kebaikan. Alhamdulillah satu kebaikan telah tertanam, semoga hingga kau tak bersamaku lagi kau tetap mengingat kebiasaan baik ini ya le… .
Jadi untuk ibu-ibu yang kesulitan mengatasi anaknya untuk sikat gigi, ajak anak mengenal aktivitas gosok gigi sejak dini terutama di saat hatinya sedang senang. Kenapa demikian? Sebab, pada saat senang, anak lebih mudah menerima ajakan, dan pengetahuan yang kita ajarkan. Jangan menganggap enteng masalah yang satu ini, karena kalo gigi kita sudah sakit, panjang deh urusannya. Kalo Alm. Meggy Z., “lebih baik sakit gigi dari pada sakit hati”, bagi saya, “lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi”. @pengalaman buruk
SELAMAT MENCOBA

4 thoughts on “Bayi dan Gosok Gigi

  1. eh eh eh, mbah ini lucu tenan. nyang namanya sikat gigi ya giginya yan di sikat, kalo belum punya gigi, gusinya dunk yang disikat, namanya jadi sikat gusi mbah😀 … .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s