Met MILAD Ibu


Ibu, rasanya baru kemaren ibu dan bapak bersama kami, mendidik kami, mengajari kami b’bagai hal baru, tentang sholat b’jama’ah, mengaji, belajar serta saling sayang bahkan pergaulan ketika kami mulai banyak m’habiskan waktu kami di luar rumah, pun saat kami mulai meninggalkan rumah satu per satu.

Ibu, kuingat waktu ibu mulai bangkit untuk m’jalani kehidupan tanpa bapak. Ibu begitu berusaha tidak larut dalam kesedihan dan ibu berusaha tabah m’cari penghasilan untuk m’hidupi kami yang masih blm bisa mandiri. Ibu m’cari pinjaman ke sana kemari untuk menyekolahkan kami hingga kami bisa m’jadi mandiri dlm p’hasilan… . (satu demi satu bulir air mata ini jatuh tanpa peduli beribu2 kata yg ingin t’tuang -.-)

Masih segar dalam ingatan, Ibu pontang-panting m’cari pinjaman saat tanggungan uang sekolah harus dilunasi, begitu pula ketika kami mulai masuk sekolah baru sehingga kami semua tamat sekolah dan berumah tangga, kami pun masih merepotkanmu, ibu. Dengan alasan beli kendaraan, cicilan rumah dan mungkin untuk sekedar mkn kami pun tak henti2nya meminta kepada ibu, dan sekali lagi karena rasa sayang ibu kepada kami, ibu kembali berhutang… . dan itu tanpa bapak di sisi ibu… .(air mata ini tak t’bendung lagi -.-)

****b’henti sejenak****

Kini, kami sudah mandiri, ibu. Dan itu berkat Allah dan kerja keras ibu m’bantu kami moril -materiil. Sekarang kami ingin m’muliakanmu, ibu.

****Saat kembali ku baca surat itu****

“Maka nikmat Allah yang manakah yang kamu dustakan?”

Di mulai dengan “bismillahirrakhmaanirrakhiim”, dilanjutkan dengan tulisan “kepada putra-putriku yang shalih dan shalihah… . “

# ibu, semoga do’a itu dikabulkan Allah, bahwa ibu ingin putra/i ibu jadi orang yang shalihah.

selanjutnya, pesan ibu di surat, putra-putriku yang ku sayang, maafkan ibu belum bisa menjadi ibu yang baik… .” (air mata ini tak henti2nya mengalir)

#serasa tidak sanggup melanjutkan membaca surat ibu… .
#ibu, ibu adalah ibu terbaik dari seluruh ibu yang pernah kami temui (*aseli narsis, karna byk temen yg ngiri dan pengen ibu jd ibu mereka*), dan bapak adalah bapak terbaik yg m’ngajarkan sluruh nilai kbaikan kpd kami. berulangkali, hanya ucapan “Alhamdulillahirobbil ‘alamiin” yang mampu mwakili sgala rasa syukur kita karna Allah tlah m’ijinkan kita mjadi putra-putri ibu dan bapak.

****lebih dari sepuluh kali surat ini kubaca dan tetap saja air mata ini tak henti2nya mengalir meskipun baru tulisan basmalah yang kami baca****

ibu, saat ini kami sudah berumah tangga.
walaupun sudah lebih dr 3 thn kami lepas dr keluarga, namun kami masih blm bisa memuliakan dan m’cuckupi kebutuhan ruhiyah ibu dan bapak. apalagi kini, setelah semua terasa sangat berbeda. ibu dan bapak tidak bisa turut serta di sini, kami sedang berkumpul, silaturrahim, buka bersama, sholat jama’ah ataupun juga sekedar m’obrol dan b’canda. Ibu dan bapak sekarang tidak mampu ke mana2… . dan kini aku, dan kakak2 blm bisa pulang untuk m’ngunjungi ibu dan bapak, hanya do’a yg s’tiasa t’iring seusai sholat dan amalan lainnya.

**** …………… ****
Allah, kami rinduuuu serindu-rindunya kepada ibu dan bapak.
jagalah kerinduan kami sampai Engkau pertemukan kami kmbali dalam keadaan yang sebaik-baiknya.

****……………..****
tgl 16 september 2009, jam 2 lewat 30 menit, mata ini blm bisa t’pejam.
ingat-ingat, tiga hari yang lalu
triiiiiiiiiit triiiiiiiit
bunyi pesan p’ingat.
klik, ups ibu milad.
dan ni’mah lupa sama sekali hari itu, mesq sehari sblmnya sdh ingat.
sdh 2x ulang taun ibu, ni’mah g ngucapin, happy milad untuk ibu, padahal sebelumnya …. .
ibu, smga blm t’lambat. “met milad ibu, smoga ibu dan bapak m’dapat tempat terbaik di sis Allah dan smoga… .”(off the record)

****H-3 Ied Mubarak****
Ibu bapak, lagi2 tahun ini tidak bisa pulang-kampung dan lebaran b’sama di rumah, maaf.
aku pun bingung ketika nanti diberi kesempatan lebaran di rumah, selain bertemu keluarga ibu bapak, kami harus temui siapa lagi sedang orang2 yang paling kami sayangi tidak berada di rumah. dan kini kami hanya bisa menyaksikan,
rimbun bunga kamboja
indah berguguran
m’hiasi taman pusaramu
bapak dan ibu tersayang
waktu tlah m’hilang
penuhi rindu jiwaku kepadanya

Allah kasihilah
Allah sayangilah
tempatkanlan ibu bapakku di sisi Mu, amin
… .
(espe)

we love u, ibu bapak.

One thought on “Met MILAD Ibu

  1. Abu Zulfa
    Matur Suwun dhe di elingke,
    InsyaAllah do’a untuk ortu dan orang-2 tua yang telah mendidik kita tidak pernah lepas terucap setiap fardhu dan tahajjud.
    semoga Allah lapangkan dan terangkan kubur mereka, dan jauhkan mereka dari siksa kubur dan mempertemukan kembali dengan mereka di Suraga Allah Kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s